BorobudurPedia

Candi Borobudur | Candi Mendut | Candi Pawon

KOROSI

menurut Trethewey dan Chamberlain (1991: 4) adalah penguraian dan kehilangan bahan oleh agresi kimia dan korosi merupakan gejala destruktif yang mempengaruhi hampir semua logam, sedangkan karat (rust) merupakan sebutan yang hanya dikhususkan bagi korosi pada besi. Maaβ dan Peibker (2011), mengatakan bahwa korosi adalah interaksi logam dengan lingkungannya yang menghasilkan perubahan sifat logam dan mungkin […]

KONSERVASI

Merupakan pemeliharaan dan perlindungan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara mengawetkan, pengawetan, dan pelestarian. Di berbagai negara maju, kegiatan ini dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, mulai dari inventarisasi bangunan bersejarah, kolonial, maupun tradisional; upaya pemugaran (restorasi), rehabilitasi, sampai dengan revitalisasi yang memberikan nafas kehidupan baru; kegiatan ini lebih tepat bagi negara berkembang […]

KONDUKTIVITAS

adalah ukuran kemampuan bahan/larutan dapat menghantarkan arus listrik. Konduktifitas merupakan salah satu parameter pengujian air, baik air filter layer Candi Borobudur, air bak kontrol Candi Borobudur maupun air hujan di lingkungan Candi Borobudur. Air minum atau air yang bagus adalah air yang sulit menghantarkan atau mengalirkan arus listrik. Konduktifitas merupakan salah satu parameter pengujian air rembesan, air filter […]

KOMPENSASI

adalah imbalan berupa uang dan/atau bukan uang dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah. Masyarakat yang menemukan dan melaporkan temuan yang diduga cagar budaya berhak memperoleh kompensasi temuan berupa uang dan piagam penghargaan dari Balai Konservasi Borobudur setelah dilakukan penilaian oleh tim penilai. Sampai saat ini, peran serta masyarakat di sekitar Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi […]

KIMIA

adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya […]

KHEMIKO ARKEOLOGI

merupakan salah satu sektor dalam organisasi Proyek Pemugaran Candi Borobudur. Sektor ini secara khusus menangani cagar budaya yang berkaitan dengan penanganan masalah perawatan secara kimiawi apabila diperlukan. Selain itu, sektor ini secara khusus juga menangani pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan inventarisasi dan dokumentasi gejala-gejala penyakit batu yang dihadapi, melakukan diagnosis akar permasalahannya, menentukan resep dan metodologi […]

KERUSAKAN

adalah perubahan bentuk yang terjadi pada suatu material cagar budaya tanpa diikuti perubahan fisik dan kimiawinya, sebagai contohnya adalah pecah dan retak. Terkait dengan struktur dan bangunan cagar budaya maka difinisi kerusakan adalah suatu kondisi yang digunakan untuk menggambarkan situasi dimana sebuah bangunan atau struktur jatuh atau runtuh yang ditandai dengan retak, hancur, remuk, lepasnya […]

KERUH

adalah kondisi yang menunjukan tidak jernih atau bening. Tingkat kekeruran di dalam ilmu kimia disebut turbidity. Turbidity menjadi salah satu parameter dalam menentukan kualitas air bak kontrol yang ada di Candi Borobudur. Tingkat kekeruhan menjadi salah satu parameter pengujian air bak kontrol dan air filter layer dalam kegiatan monitoring hidrologi dan lingkungan Candi Borobudur.

KEKERUHAN

adalah ukuran yang menggunakan efek cahaya sebagai dasar untuk mengukur keadaan air baku dengan skala NTU (nephelo metrix turbidity unit) atau JTU (jackson turbidity unit) atau FTU (formazin turbidity unit), kekeruhan ini disebabkan oleh adanya benda tercampur atau benda koloid di dalam air. Pengukuran kekeruhan air dilakukan dalam monitoring geohidrologi Candi Borobudur.

Scroll to top