BorobudurPedia

Candi Borobudur | Candi Mendut | Candi Pawon

Author : ihwan

SAMPAH

Sampah merupakan pengotor yang berpotensi menyebabakan penurunan tingkat kelestarian Candi Borobudur. Untuk menanggulangi menurunnya tingkat kelestarian Candi Borobudur maka Balai Konservasi Borobudur melakukan monitoring pengotoran sampah pada struktur dan halaman candi. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui volume dan sebaran sampah pada zona I Candi Borobudur. Apabila sudah diketahui volume dan sebarannya maka tidak lanjut dan […]

SALINITAS

Adalah tingkat garam terlarut dalam air atau tanah. Alat yang digunakan untuk mengukur salinitas disebut salinometer atau refraktometer. Salinometer mengukur salinitas dengan mengukur kepadatan dari air yang akan dihitung salinitasnya, bekerja berdasarkan daya hantar listrik, semakin besar salinitas semakin besar pula daya hantar listriknya. Refraktometer merupakan alat pengukur salinitas yang cukup umum digunakan sebagai pengukur indek pembiasan pada cairan yang akan digunakan […]

RESTORASI

Adalah pemugaran atau pekerjaan perbaikan; bangunan lama yang usianya sudah lebih dari 50 tahun dikembalikan kepada keadaan semula; umumnya bangunan-bangunan kuno yang dilindungi pemerintah dan sebagai cagar budaya. Candi Borobudur sudah mengalami dua kali restorasi, yaitu pada tahun 1907 – 1911 dan 1973 – 1983. Restorasi I dipimpin oleh Theodoor van Erp, sedangkan restorasi kedua […]

REACTIVE MONITORING

Monitoring yang dilakukan oleh UNESCO secara langsung terhadap situs Warisan Dunia apabila terjadi suatu permasalahan. Banyaknya perubahan penggunaan lahan yang terjadi di Kawasan Borobudur mendapatkan perhatian serius setelah adanya reactive monitoring dari World Heritage Centre (WHC) UNESCO pada tahun 2003 dan 2006. Reactive monitoring adalah proses pemantauan keadaan kelestarian Warisan Dunia oleh WHC UNESCO dan biasanya dilakukan bersama ICOMOS (International Council […]

POSTULE

Postule merupakan salah satu jenis pelapukan yang terjadi pada permukaan batuan Candi Borobudur yang disebabkan oleh proses kimia dan biologis. Postule terbentuk karena pori-pori batu terisi oleh debu dan spora algae atau moss, kemudian pori tersebut tertutup oleh endapan garam. Spora algae atau moss yang ada di dalam pori tumbuh. Pertumbuhan organisme tersebut akan mendesak […]

PH

Adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. Skala pH bukanlah skala absolut. Ia bersifat relatif terhadap sekumpulan larutan standar yang pH-nya […]

PETROLOGI

Merupakan cabang ilmu geologi yang berfokus pada studi mengenai batuan dan kondisi pembentukannya. Ada tiga cabang petrologi, berkaitan dengan tiga tipe batuan yaitu beku, metamorf, dan sedimen. Petrologi yang dipakai untuk identifikasi batu Candi Borobudur adalah petrologi batuan beku karena penyusun Candi Borobudur adalah andesit yang merupakan jenis batuan beku.

PETROGRAFI

Merupakan cabang ilmu geologi yang mempelajari cara deskripsi batuan berdasarkan tekstur, struktur, dan mineralogi secara mikrokopis. Petrografi mengidentifikasi suatu batuan dengan bantuan mikroskop polarisasi. Petrografi diperlukan dalam identifikasi batu Candi Borobudur untuk mengetahui tekstur, struktur, dan komposisi mineralnya.

PENGUAPAN

Adalah proses berubahnya air dari bentuk cair menjadi bentuk gas. Penguapan berpengaruh terhadap proses pelapukan kimiawi batuan penyusun Candi Borobudur karena akan melarutkan unsur terlarut dalam batuan, sehingga dapat terjadi pengelupasan, penggaraman, dan degradasi struktur material.

Scroll to top