BorobudurPedia

Candi Borobudur | Candi Mendut | Candi Pawon

Pelestarian

KALIBRASI

menurut ISO/IEC Guide 17025 : 2005 dan Vocabulary of International Metrology adalah kegiatan yang menghubungkan nilai yang ditunjukkan oleh instrument ukur atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur dengan nilai-nilai yang sudah diketahui tingkat kebenarannya (yang berkaitan dengan besaran yang diukur) dalam kondisi tertentu. Nilai yang sudah diketahui biasanya merujuk ke suatu nilai dari kalibrator atau […]

KAJIAN

adalah kegiatan mempelajari, menelaah, menyelidiki suatu masalah atau fenomena yang bertujuan untuk memecahkan masalah atau mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi. Kajian menghasilkan ilmu yang lebih bersifat aplikatif. Balai Konservasi Borobudur merupakan satu-satu institusi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan kajian untuk mengembangkan metode dan teknik konservasi cagar […]

KADAR AIR NATURAL

Merupakan suatu besaran yang menunjukkan perbandingan massa air yang terdapat di dalam suatu sampel pada keadaan natural terhadap massa kering sampel. Kadar air natural ini dinyatakan dalam persentase, dan merupakan salah satu sifat fisik batuan yang penting. Kadar air natural merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam pengujian fisik di Balai Konservasi Borobudur.

KADAR AIR

adalah persentase kandungan air suatu material yang dapat dinyatakan berdasarkan berat basah (wet basis) atau berdasarkan berat kering (dry basis). Kadar air suatu material cagar budaya sangat menenukan ketahanan suatu material cagar budaya terhadap agen pelapuk. Kadar air yang terlalu tinggi akan mempercepat proses pelapukan secara kimia dan biologi namun kadar air terlalu rendah juga […]

JIS STANDARD SOIL COLOR CHARTS

Merupakan standar warna yang digunakan oleh Balai Konservasi Borobudur untuk menentukan warna dari suatu material. Standar warna ini diterbitkan oleh Japan Industrial Standar (JIS) pada tahun 1970 dan menggunakan sistem Munsell dimana warna bisa diukur dengan menggunakan 3 atribut yaitu hue, value dan chroma. Hue menunjukkan spektrum dominan misalnya merah, biru, kuning; value menunjukkan kecerahan relatif dari warna dimana semakin besar value maka […]

INKUBASI

Dalam ilmu kedokteran yang dimaksud inkubasi adalah masa dari saat penyebab penyakit masuk ke dalam tubuh (saat penularan) sampai ke saat timbulnya penyakit itu. Sedangkan dalam mikrobiologi berarti suatu kegiatan untuk membiakkan mikroorganisme dalam ruangan atau tempat yang sesuai dengan habitat pertumbuhannya. Sedangkan masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan oleh mikrooganisme untuk tumbuh. Sedangkan incubator […]

INJEKSI

Injeksi adalah penyutikan celah pada retakan atau lubang pada material cagar budaya mengunakan bahan tertentu seperti mortar, epoksi resin dan sebagainya. Tindakan injeksi pada batu Candi Borobudur dilakukan untuk mencegah retakan menjadi lebih besar, dan mencegah batu menjadi pecah.

INFILTRASI

Adalah peristiwa peresapan air ke dalam tanah. Air hujan yang melimpas di permukaan candi tidak dapat langsung menembus ke dalam tanah bukit karena di Candi Borobudur pada pemugaran II telah dibuat saluran drainase yang mengatur aliran air yang masuk ke candi dan mengalirkannya pada saluran yang telah ditentukan hingga ke lereng bukit candi. Air hujan […]

INDIKASI

Tanda-tanda yg menarik perhatian atau petunjuk terhadap sesuatu yang menjadi pokok bahasan. Berbagai tindakan termasuk kegiatan pelestarian diawali dari adanya indikasi yang mengarahkan tindakan selanjutnya. Misalnya adanya temuan arkeologis dapat menjadi indikasi adanya unsur cagar budaya lain yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Dalam hal konservasi, tindakan yang dilakukan harus didasarkan pada akar permasalahan yang […]

ILMIAH

Ilmiah = saintifik, adalah suatu tindakan yang bersifat ilmu, atau kegiatan dilakukan dengan cara yang memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Pekerjaan yang bersifat ilmiah perlu dilakukan di berbagai bidang, termasuk bidang konservasi cagar budaya. Tindakan konservasi cagar budaya harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dengan demikian tindakan konservasi yang bersifat coba-coba atau kira-kira tidak diperbolehkan. Semua […]

Scroll to top