SPIT

Adalah sistem perekaman dan pengelompokan temuan berdasarkan interval kedalaman yang tetap. Umumnya interval yang dipakai adalah per 20 cm atau 10 cm, tergantung sifat temuannya. Ekskavasi candi, misalnya, dengan temuan-temuan yang berukuran relatif besar, biasanya menggunakan interval 20 cm, sedangkan interval kecil biasanya digunakan pada ekskavasi di situs-situs prasejarah yang ukuran temuannya relatif kecil. Sistem spit paling mudah dan paling praktis dilakukan, tetapi tingkat ketelitiannya paling rendah. Hal ini dikarenakan sistem ini bersifat arbitrer (ditentukan oleh peneliti), sehingga tidak dapat menggambarkan kenyataan pengelompokan data yang sesungguhnya di lapangan. Batas antar spit tidak identik dengan batas antar lapisan budaya atau antar layer dalam stratigrafi tanah. Tidak jarang temuan-temuan dari dua lapisan budaya atau dua layer stratigrafi tercampur dalam satu spit. Atau sebaliknya, temuan dari satu lapisan budaya atau satu layer stratigrafi seringkali terpisah menjadi dua spit atau lebih. Dalam pelaksanaannya, sistem ini akan selalu menghasilkan kedalaman akhir yang rata.

Tags: No tags

Leave a Comment