Candi Borobudur sebagai warisan dunia memiliki posisi penting bagi Indonesia dalam pengembangan pelestarian cagar budaya. Pemugaran Borobudur yang kedua pada tahun 1973-1983 diawali dengan kampanye internasional untuk pelestarian telah membantu membuka pemahaman dunia tentang upaya bersama melalui konvensi warisan dunia. Kegiatan kampanye pelestarian dewasa ini juga dikedepankan dengan melibatkan anak muda melalui sebuah program kampanye untuk membangun rasa cinta anak muda terhadap Warisan Dunia dan cagar budaya Indonesia.

Keberadaan cagar budaya perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, pemeliharaan, konservasi, dan pemanfaatannya untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pentingnya pemahaman generasi muda dalam memaknai pelestarian cagar budaya menjadi modal utama jati diri bangsa Indonesia. Mengapa generasi muda? Karena  saat ini peran anak muda menjadi sangat sentral bagi pelestarian cagar budaya. Generasi muda juga merupakan tongkat estafet sebagai generasi penerus bangsa. Pelestarian cagar budaya melalui kampanye internalisasi nilai kepada generasi muda maupun pengembangan konservasi cagar budaya menjadi tonggak pelestarian Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon sebagai Warisan Budaya Dunia.

Untuk itu Balai Konservasi Borobudur mengajak anak muda Indonesia untuk berpartisipasi dalam lomba poster sebagai media kampanye pelestarian Cagar Budaya, aktualisasi nilai relief Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon dalam sebuah desain karya seni batik maupun storytelling, dan menuangkan pemikiran-pemikiran dalam sebuah karya tulis ilmiah.

Klik pada gambar
Klik pada gambar
Klik pada gambar
Klik pada gambar

Unduh Sertifikat