KHEMIKO ARKEOLOGI

merupakan salah satu sektor dalam organisasi Proyek Pemugaran Candi Borobudur. Sektor ini secara khusus menangani cagar budaya yang berkaitan dengan penanganan masalah perawatan secara kimiawi apabila diperlukan. Selain itu, sektor ini secara khusus juga menangani pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan inventarisasi dan dokumentasi gejala-gejala penyakit batu yang dihadapi, melakukan diagnosis akar permasalahannya, menentukan resep dan metodologi penanganannya, serta melakukan terapi terhadap berbagai tipe penyakit yang dihadapi suatu cagar budaya.


Suyono adalah teknisi Khemiko Arkeologi yang pertama kali merintis sektor ini pada Proyek Pemugaran Candi Borobudur. Kemudian beliau merekrut tenaga-tenaga teknisi menengah yang berlatar pendidikan SMA Jurusan Ilmu Pasti. Dalam tugasnya sektor Khemiko Arkeologi tidak dapat dilepaskan dari peran Laboratorium Konservasi.

Laboratorium konservasi berfungsi sebagai unit yang tugas pokok dan fungsinya melakukan riset dan pengembangan metodologi konservasi batuan, terutama dalam kaitannya dengan pemecahan masalah penanganan konservasi batu Candi Borobudur. Selain unit laboratorium konservasi, unit lain di sektor Khemiko Arkeologi ialah unit analisa fisik/ petrografi, unit analisa kimia, dan unit analisa mikrobiologi. Unit analisa petrografi bertugas mengadakan penelitian sifat-sifat fisik dan petrografi batuan Candi Borobudur dan pengujian bahan-bahan untuk perbaikan serta pengembangan metodologinya.

Unit analisa kimia bertugas untuk mengadakan penelitian kimiawi terhadap batuan Candi Borobudur, termasuk didalamnya pengujian dan seleksi terhadap bahan-bahan kimia yang akan digunakan untuk konservasi Candi Borobudur.

Unit analisa mikrobiologi bertugas mengadakan penelitian penyebab pelapukan dari faktor biotis batuan Candi Borobudur, cara pemberantasan, dan pencegahannya melalui penelitian di lapangan maupun di laboratorium.

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *