DUPA

adalah material yang mengeluarkan asap dan bau ketika dibakar. Dupa digunakan sebagai salah satu bahan yang digunakan dalam ritual upacara umat Buddha di Candi Borobudur maupun Candi Mendut khususnya dalam upacara Waisak.

Dupa yang dipakai dalam sembahyang umat Buddha biasanya berjumlah 3 batang. Dupa sebanyak 3 batang ini melambangkan “pantangan”, “tekad”, “bijaksana”. Menurut ajaran agama Buddha, pantangan melahirkan tekad, tekad membentuk kebijaksanaan.

Dupa dalam penancapannya terdapat urutan yang mengandung makna. Biasanya dimulai dengan menancapkan yang di tengah, kemudian sebelah kanan baru kemudian sebelah kiri. Dupa tengah mempunyai arti bersujud pada Buddha, dupa kanan bersujud pada Dharma (ajaran Buddha) dan dupa kiri bermakna bersujud pada Bhiksu.

Tags: No tags

Leave a Comment