UNESCO (UNITED NATIONS EDUCATIONAL, SCIENTIFI, AND CULTURAL ORGANIZATION)

Adalah Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (bahasa Inggris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, disingkat UNESCO) merupakan badan khusus PBB yang didirikan pada 1945. Tujuan organisasi adalah mendukung perdamaian, dan keamanan dengan mempromosikan kerja sama antar negara melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya dalam rangka meningkatkan rasa saling menghormati yang berlandaskan kepada keadilan, peraturan hukum, HAM, dan kebebasan hakiki. UNESCO memiliki anggota 191 negara. Organisasi ini bermarkas di Paris, Perancis, dengan 50 kantor wilayah serta beberapa lembaga, dan institut di seluruh dunia. UNESCO memiliki lima program utama yang disebarluaskan melalui: pendidikan, ilmu alam, ilmu sosial, dan manusia, budaya, serta komunikasi, dan informasi. Proyek yang disponsori oleh UNESCO termasuk program baca-tulis, teknis, dan pelatihan guru; program ilmu internasional; proyek sejarah regional, dan budaya, promosi keragaman budaya; kerja sama persetujuan internasional untuk mengamankan warisan budaya, dan alam serta memelihara HAM; dan mencoba untuk memperbaiki perbedaan digital dunia.

Peran serta UNESCO kaitannya dengan Candi Borobudur telah dilaksanakan sejak sebelum Pemugaran II (1973 – 1983). Bahkan sampai saat ini, UNESCO masih memberikan bantuan teknis tenaga ahli kaitannya dengan pemeliharaan Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon. Terkait pengelolaan Warisan Dunia ini, Balai Konservasi Borobudur mengirimkan laporan secara berkala kepada UNESCO dalam rangka pemantauan pengelolaan dan pemeliharaan status Warisan Budaya Dunia Borobudur.

STAKEHOLDER PEMUGARAN CANDI BOROBUDUR

Adalah pihak-pihak atau lembaga atau institusi yang berperan sebagai pemangku kepentingan dalam pemugaran Candi Borobudur 1973 – 1983 antara lain SPAFA SEAMEO (South East Asian Ministry of Education Organization Project of Archaeological and Fine Arts), PPCB (Proyek Pemugaran Candi Borobudur), BPCB (Badan Pemugaran Candi Borobudur), EC (Executive Committee), UNESCO, dan PT. Nindya Karya Joint Venture dengan CDCP (Contuction Development Corporation of the Philippines).

SAT PAM OBVIT POLRES MAGELANG

Adalah unsur pelaksana tugas pokok Polres yang berada di bawah Polres dengan tugas yaitu menyelenggarakan kegiatan pengamanan objek vital yang meliputi proyek/instalasi vital, objek wisata, kawasan tertentu dan objek lainnya termasuk VIP yang memerlukan pengamanan kepolisian. Terkait Candi Borobudur sebagai Obyek Vital Nasional di bidang Kebudayaan dan Pariwisata, SAT PAM Obvit yang bertugas adalah SAT PAM Obvit Polres Magelang yang berlokasi di Jalan Medangkamulan, Borobudur.

NEDECO

atau the Netherland Engineering Consultants adalah konsultan dari Belanda yang membuat rencana pemugaran Candi Borobudur kedua (1973-1983). Pada pertemuan pra pemugaran Candi Borobudur di Yogyakarta atas prakarsa UNESCO pada tanggal 18-19 Januari 1971, telah disepakati bahwa rencana pemugaran yang akan diterapkan di Candi Borobudur adalah rencana pemugaran yang dibuat oleh konsultan perencana dari Belanda (Nedeco) yang ditunjuk oleh Unesco.

Dalam rangka penyusunan rencana kerja ini, Nedeco telah beberapa kali mendatangkan tenaga ahli ke Candi Borobudur mulai pertengahan tahun 1969 untuk melakukan berbagai penelitian guna merencanakan langkah-langkah pemugaran yang tepat dan hemat. Di dalam rancangannya terdapat tahapan, proses, dan teknik dalam pencapaian tujuan, yaitu rencana pemugaran yang disusun berlandaskan sebuah mekanisme kerja yang dibangun secara sistematis dan terukur dengan melibatkan berbagai sektor kegiatan (Ismijono, 2013)

JICA

Adalah Badan Kerjasama Internasional Jepang atau kepanjangan dari Japan Internasional Cooperation Agency, merupakan sebuah lembaga yang didirikan pemerintah Jepang untuk membantu pembangunan negara-negara berkembang. Lembaga ini berada di bawah kekuasan Departemen Luar Negeri dan didirikan pada Agustus 1974. Lembaga ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama internasional antara Jepang dengan negara-negara lain. JICA menolong pengembangan pemerintah dengan memberikan bantuan teknis dan dana yang tidak mengikat. Tujuan JICA adalah membangun daya manusia di negara berkembang atau memperkuat organisasi-organisasi, membantu dalam kebijaksanaan pembangunan negara berkembang, dan melakukan penelitian untuk rencana dasar atau kemungkinan pelakusanaan operasi pembangunan.

JICA berperan penting dalam proses pemugaran Candi Borobudur karena merupakan salah satu lembaga donor. Peran penting lainnya adalah dalam penyusunan rencana induk (masterplan) kawasan Borobudur. Dokumen masterplan tersebut memuat sistem zonasi dan rencana pengelolaan Candi Borobudur dan kawasannya.

CONSULTTATIVE COMMITTEE

atau CC adalah komite yang dibentuk saat dilaksanakan proyek pemugaran Candi Borobudur 1973 – 1983. Komite ini terdiri dari berbagai unsur, baik ahli dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang didatangkan oleh UNESCO.

Consultative Committee bersidang secara periodik untuk mengevaluasi pelaksanaan proyek pemugaran, sekaligus mendiskusikan berbagai usulan atau masukan para ahli yang melakukan penelitian selama proses pemugaran.

BALAI

Kata balai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti tempat atau kantor. Balai Konservasi Borobudur adalah kantor pemeritah eselon tiga yang memiliki tugas pokok dan fungsi melaksanakan kajian pengembangan metode dan teknik konservasi cagar budaya di Indonesia serta melaksanakan pelestarian Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon.

BADAN METEROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

atau BMKG merupakan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara dan Geofisika sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Beberapa kondisi yang dipantau antara lain menyelidiki dan mencatat keadaan udara seperti suhu udara, temperatur udara, tekanan udara, keadaan awan, dan curah hujan.

BMKG memiliki stasiun-stasiun pengamatan cuaca yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia. Salah satu stasiun pengamatan cuaca tersebut ditempatkan di halaman kantor Balai Konservasi Borobudur dengan tujuan untuk memantau kondisi cuaca di sekitar Candi Borobudur. Data dari stasiun pengamatan cuaca ini salah satunya dimanfaatkan untuk pelestarian Candi Borobudur.