DEMINERALISASI

adalah proses penghilangan kadar garam dan mineral dalam air melalui proses pertukaran ion dengan menggunakan media resin penukar ion baik anion maupun kation.

Air demineralisasi digunakan sebagai bahan untuk menunjang kegiatan laboratorium untuk mengencerkan larutan sehingga larutan bebas dari kadar garam dan mineral lainnya dalam rangka pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya.

DEGRADASI

adalah kemunduran, kemerosotan, penurunan, dan sebagainya (tentang mutu, moral, pangkat, dan sebagainya). Seiring berjalannya waktu Candi Borobudur juga mengalami degradasi pada bahan penyusunnya baik dari sebab internal batu sendiri maupun eksternal dari faktor iklim.

Usaha untuk memperlambat degradasi material cagar budaya sering disebut sebagai kegiatan konservasi. Konservasi Candi Borobudur juga merupakan upaya untuk mengurangi atau memperlambat degradasi.

DEFORMASI

adalah perubahan bentuk atau dimensi apapun dari suatu unsur konstruksi dalam kaitan dengan pengaruh panas dan atau struktural yang meliputi defleksi, ekspansi atau kontraksi elemen (SNI 1741:2008).

Candi Borobudur selalu dimonitoring untuk memantau apakah struktunya mengalami deformasi baik secara vertikal maupun horizontal yang diakibatkan oleh tekanan maupun pergeseran.

DEBU

adalah sejumlah partikel padat kecil dengan diamter kurang dari 500 mikrometer (lihat juga pasir atau granulat). Di atmosfer Bumi, debu berasal dari sejumlah sumber yang dapat disebarkan melalui anginletusan gunung berapi, dan pencemaran.

Debu yang menempel pada dinding Candi Borobudur dapat mengganggu kelestarian candi tersebut, karena debu merupakan media yang membantu mempersubur tumbuhnya lumut, algae, dan jamur.

DEBIT

adalah sejumlah besar volume air yang mengalir dengan sejumlah sedimen padatan, mineral terlarut, dan material lainnya yang ikut bersamanya melalui luas penampang melintang tertentu.

Istilah “debit” juga digunakan dalam bidang lain, misal aliran gas, yang juga merupakan ukuran volumetrik per satuan waktu. Istilah debit dalam hidrologi sinonim dengan debit aliran (stream flow) yang digunakan pakar hidrologi sungai, dan debit keluaran (outflow) yang digunakan dalam sistem penampungan air.

Istilah debit digunakan sebagai satuan untuk menghitung banyaknya air yang keluar dari dalam bukit candi ke dalam sumur resapan dalam kegiatan monitoring hidrologi di Candi Borobudur.

CURAH HUJAN

adalah jumlah air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar pada periode tertentu, tidak menguap, tidak meresap, dan juga tidak mengalir, dapat diukur dengan satuan tinggi (mm). Curah hujan satu milimeter dapat diartikan bahwa dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung air sebanyak satu liter.

Curah hujan dapat digunakan untuk mengetahui pertumbuhan populasi mikroorganisme seperti lumut, ganggang atau lichen pada batu penyusun Candi Borobudur.

CUACA

adalah suatu keadaan rata-rata udara sehari-hari disuatu tempat tertentu dan meliputi wilayah yang sempit dalam jangka waktu yang singkat. Keadaan dari cuaca mudah berubah–ubah, karena disebabkan oleh tekanan udara, suhu, angin, kelembaban udara, dan juga curah hujan. Keadaan cuaca mempunyai pengaruh terhadap kondisi kelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya.

CAPACITY

atau kapasitas; daya tampung; jumlah muatan yang bisa/mampu ditampung/diwadahi.

Candi Borobudur merupakan objek wisata yang semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Setiap tahun jumlah pengunjungnya rata-rata mencapai angka 2.000.000 orang, dengan rata-rata setiap harinya sekitar 5000 orang.

Pada saat peak season (liburan sekolah, hari raya) dapat mencapat 48.000 orang dalam sehari. Oleh karena itu, dengan banyaknya wisatawan yang datang setiap harinya, dapat berdampak hal yang negatif maupun yang positif.

Sebagai upaya pelestarian untuk pembatasan jumlah pengunjung atau pengaturan jumlah pengunjung, tahun 2009 Balai Konservasi Borobudur telah mengadakan kajian mengenai Physical Carrying Capacity (Daya Dukung Fisik) Candi Borobudur. Dari hasil kajian didapat bahwa jumlah pengunjung yang berada di monumen pada masa liburan sudah melebihi kapasitas sehingga diperlukan pengaturan pengunjung.