WARISAN DUNIA

Merupakan sebuah tempat khusus (situs) atau benda yang telah dinominasikan untuk program pelestarian yang dikelola oleh UNESCO World Heritage Committee. Warisan yang tak ternilai harganya, yang dimiliki oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini dan bermanfaat untuk penelitian ilmu pengetahuan, diantaranya sejarah, biologi, ekologi, dan sebagainya. Tempat atau benda tersebut mempunyai arti penting bagi umat manusia dan menjadi sebuah warisan bagi generasi berikutnya. Kriteria situs warisan dunia dibagi menjadi dua, yaitu Kategori Situs Budaya dan Kategori Situs Alam. Candi Borobudur termasuk ke dalam kategori situs budaya sehingga disebut sebagai Warisan Budaya Dunia.

WARISAN BUDAYA DUNIA

Adalah Warisan dunia yang termasuk dalam kategori situs budaya. Candi Borobudur termasuk dalam Warisan Budaya Dunia dengan nomor C.592. “C” berarti Culture atau budaya.

Warisan Budaya Dunia terdiri dari Warisan Budaya Tangible dan Warisan Budaya Intangible. Warisan Budaya Tangible di Indonesia yaitu Candi Borobudur (1991), Komplek Candi Prambanan (1991), Situs Manusia Purba Sangiran (1996), dan Bali Landscape (2012). Untuk Warisan Alam di Indonesia adalah Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz di Papua (1999), dan Hutan Hujan Tropis Sumatera (2004). Sedangkan warisan budaya Intangible dari Indonesia yaitu wayang, keris, batik, angklung, noken dan tari saman.

VANDALISME

Adalah â‘ Perbuatan merusak dan menghancurkan hasil karya seni dan barang berharga lainnya (keindahan alam dan lain sebagainya. â‘¡Perusakan dan penghancuran secara kasar dan ganas (sumber: KBBI). Vandalisme adalah kegiatan merusak yang dilakukan oleh manusia. Vandalisme sering dilakukan oleh pengunjung selama kunjungannya di candi, diantaranya yaitu memanjat dinding dan stupa candi, membuang sampah permen ataupun kulit buah tidak di tempat yang disediakan, mencorat-coret dinding batu candi, maupun bentuk vandalisme lainnya.

UJI LABORATORIUM

Adalah pengujian atau analisis dengan menggunakan fasilitas laboratorium. Laboratorium adalah tempat atau kamar tertentu yg dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan) atau analisis. Laboratorium dapat juga menjadi tempat untuk riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali. Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya, misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium biokimia. Kegiatan konservasi sangat membutuhkan dukungan laboratorium untuk menentukan metode yang perlu dilakukan dan interpretasi terhadap cagar budaya yang dilestarikan.

UJI COBA

Adalah percobaan untuk mengetahui mutu atau kinerja sesuatu. Dapat juga diartikan sebagai pengujian sesuatu sebelum dipakai atau dilaksanakan (bahan, alat, metode, dan sebagainya). Hal ini penting agar kegiatan pelestarian cagar budaya tidak menimbulkan dampat jika diaplikasikan langsung tanpa uji coba. Karena pelestarian merupakan pekerjaan yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan tidak coba-coba.

TITRIMETRI = VOLUMETRI

Adalah suatu cara analisis untuk menentukan jumlah analit (kadar) suatu zat berdasarkan pengukuran volume suatu larutan yang sudah diketahui konsentrasinya (larutan standar) yang bereaksi secara ekuivalen.

Titrimetri atau volumetri merupakan metode yang digunakan dalam analsis kimia, unsur kalsium, magnesium, besi, aluminium pada material baik batu, endapan garam, air filter layer, air hujan, air bak kontrol Candi Borobudur dan material cagar budaya lainnya.

TITIK KONTROL

Titik kontrol adalah titik untuk memantau adanya deformasi pada lokasi dimana titik itu berada. Pada struktur Candi Borobudur dibuat beberapa titik kontrol yang ditandai dengan penancapan logam kuning (bekas selongsong peluru) pada permukaan batu. Titik kontrol tersebut berguna untuk memonitor stabilitas struktur pada Candi Borobudur.

SITUS CAGAR BUDAYA

Adalah lokasi yang berada di darat dan/atau di air yang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, dan/atau Struktur Cagar Budaya sebagai hasil kegiatan manusia atau bukti kejadian pada masa lalu. Tinggalan purbakala yang terdapat di Kawasan Cagar Budaya Borobudur selain Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon adalah Situs Brongsongan, Situs Candi Dipan, Situs Candi Bowongan, Situs Samberan, Situs Yoni di Plandi, dan kompleks makam Belanda (Kerkhoff).

SEMENTASI = CEMENTATION

Adalah proses dimana butiran-butiran sedimen direkatkan oleh material lain, dapat berasal dari air tanah atau hasil pelarutan mineral-mineral dalam sedimen atau batuan itu sendiri. Material semennya dapat berupa karbonat (CO3), silika (Si), atau oksida (Fe). Sementasi merupakan salah jenis pelapukan pada batu Candi Borobudur yang sudah terjadi dalam periode yang lama. Namun penanganan pelapukan tersebut masih belum menemukan metode yang paling tepat.