BAKTERI

adalah organisme yang berukuran sangat kecil (microorganism), yang tidak memiliki membram sel. Untuk melihat morfologi mikroorganisme ini diperlukan mikroskop. Bakteri dikelompokan sebagai organisme prokariotik karena mikroorganisme ini tidak memiliki membran sel.

Bakteri juga menjadi salah satu organisme yang menyebabkan pelapukan pada batuan penyusun candi.

BABAD MATARAM

adalah babad pada masa kerajaan Mataram Islam. Menurut babad Mataram di tahun 1758 ada seorang pangeran dari Yogyakarta, Monconagoro, berkunjung ke Borobudur berupa ”arca terkurung dalam sangkar”, yang dapat ditafsirkan sebagai arca yang terdapat di Candi Borobudur. Sekalipun dilarang, pangeran yang memaksakan berkunjung ke Candi Borobudur itu mendadak jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia (Mundardjito, 2011).


Sampul buku Babad Mataram Jilid 4 (sumber: https://en.wikipedia.org)

BABAB TANAH JAWI

Merupakan karya sastra sejarah dalam bentuk tembang Jawa. Sebagai babad/babon/buku besar dengan pusat kerajaan zaman Mataram, buku ini tidak pernah lepas dalam setiap kajian mengenai hal hal yang terjadi di tanah Jawa.

Dalam Babad Tanah Jawi, disebutkan adanya ‘Redi Borobudur’ sebagai tempat ditangkapnya Mas Dana yang memberontak tahun 1709 kepada Raja Mataram, Pakubuwono I.


Babad Tanah Jawi (sumber: http://kawruhjawa.wordpress.com)

ASTRONOMI

adalah ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit seperti planet, bintang, meteor dan sebagainya. Sejumlah relief di Candi Borobudur juga menunjukkan kemampuan nenek moyang bangsa Indonesia dalam penguasaan ilmu perbintangan. Salah satunya adalah relief yang berada di pagar langkan lorong 4 sisi utara Candi Borobudur.

Dari relief tersebut terlihat 7 bulatan kecil yang diapit oleh lingkaran besar yang diduga adalah matahari dan bulan sabit yang merupakan simbol bulan. 7 bulatan tersebut diduga adalah adalah rasi bintang Ursa Mayor yang dapat dilihat dari Bumi. Rasi bintang Ursa Mayor ini merupakan penanda arah utara.

ARSITEKTUR

Kata ini berasal dari bahasa Yunani: arche dan tectoon (±550 tahun SM); arche berarti yang asli, yang utama, yang awal, yang sejati, yang prototipe; tectoon berarti tukang kayu, tukang bangunan, atau ahli bangunan; menunjukkan sesuatu yang berdiri kokoh, tidak roboh, stabil, dan dapat diandalkan; seni bangunan : bangunan dipandang dari sisi dan sudut pandang keindahan; bangunan jika dipandang dari sudut pandang rancang bangun disebut ilmu konstruksi; tetapi dalam praktiknya, keduanya tidak dapat dipisahkan dengan tegas; pada umumnya, bangunan mencakup keindahan secara keseluruhan sebagaimana unsur-unsur yang ada dalam rancang bangun:

1) seni atau ilmu bangunan, termasuk di dalamnya perencanaan, desain, konstruksi, dan penyelesaian dekorasinya;

2) sifat atau gaya dari bangunan;

3) proses dan pelaksanaan pembangunan gedung dan atau bangunan konstruksi;

4) bangunan;

5) sekumpulan bangunan; ruang tempat hidup manusia dengan bahagia (definisi konseptual); definisi tersebut mencakup pengertian secara luas, kata ruang meliputi semua ruang yang terjadi, baik buatan maupun karena proses alam (gua, pohon, dll); pada prinsipnya, arsitektur terdiri dari unsur-unsur (tempat bernaung, berteduh, berlindung dari gangguan-gangguan), keindahan, dan kebahagiaan (sebagai unsur kenyamanan yang merasakan di dalamnya) berkaitan dengan jiwa/perasaan dan pancaindra seni dan ilmu (art dan science); suatu rancangan bangunan, baik berarti sempit (pondok) sampai dengan luas (lingkungan perkotaan), berupa lingkungan buatan yang indah, mengandung nilai artistik dilihat oleh indra penglihatan, dapat dirasakan nyaman oleh jiwa, dan konsepnya dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

API

merupakan hasil suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 (tiga) unsur, yaitu: panas, oksigen, dan bahan mudah terbakar yang menghasilkan panas dan cahaya. Pada relief Candi Borobudur juga terdapat ilustrasi tentang api dan kebakaran, yakni pada relief Jataka di lantai 3, lorong 1, pagar langkan bagian atas, bidang A, panil ke-12 yang bercerita tentang Burung Puyuh dan Kebakaran Hutan.

ANALISIS

adalah penyelidikan dengan menguraikan sesuatu untuk mengetahui komposisi material, sifat-sifat dan permasalahannya. Analisis yang dilakukan pada cagar budaya bertujuan untuk mengetahui kondisi cagar budaya dan nilai-nilai pentingnya. Sedangkan pada konservasi analisis bertujuan untuk mengetahui kondisi material, sifat-sifat, permasalahan dan alternatif-alternatif untuk penanganannya. Pada struktur, bangunan, situs, atau kawasan analisis dilakukan secara struktural dan keruangan dengan berbagai metode. Analisis dilakukan melalui pengumpulan data dengan berbagai metode dan dilanjutkan dengan pembahasan mendalam mengenai data yang diperoleh dan interpretasinya.

Analisis terhadap material agar budaya dilakukan dengan metode analisis laboratorium, secara kimia, fisika, mekanika, biologi, geologi, dan lain-lain. Analisis struktural dilakukan dengan metode geodetik, makanik, dan uji materialnya. Sedangkan analisis keruangan dapat menggunakan berbagai metode analisis lingkungan dan geospasial serta berbagai metode lain yang relevan. Monitoring Candi Borobudur dilalukan dengan serangkaian pengamatan dan dilanjutkan dengan analisis untuk memastikan kondisi keterawatan dan stabilitasnya.

AKLIMATISASI

Aklimatisasi dimaksudkan sebagai masa adaptasi ikan ke kondisi laboratorik. Aklimatisasi dilakukan dengan cara ikan uji yang akan digunakan dalam praktikum terlebih dahulu dipelihara dalam kondisi laboratorium selama 10 hari, dan 2 hari sebelum perlakuan hewan-hewan tersebut dipuasakan. Kegiatan aklimatisasi dilaksanakan di laboratorium biologi Balai Konservasi Borobudur dalam rangka kegiatan monitoring lingkungan Candi Borobudur. Aklimatisasi sebagai rangkaian kegiatan dalam pengujian kualitas air bak kontrol.

Shopping Basket