BUKIT

adalah suatu wilayah bentang alam yang memiliki permukaan tanah yang lebih tinggi dari permukaan tanah di sekelilingnya namun dengan ketinggian relatif rendah dibandingkan dengan gunung. Candi Borobudur didirikan pada sebuah bukit yang sekaligus berfungsi sebagai tanah dasar (pondasi candi).

BUFFER ZONE

atau zona penyangga adalah wilayah yang mengelilingi atau berdampingan dengan area inti dan teridentifikasi, untuk melindungi area inti dari dampak negatif kegiatan manusia. Dimana hanya kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan tujuan konservasi yang dapat dilakukan.

Buffer zone Candi Borobudur adalah zona II (lihat keterangan mengenai zona). Pada zona II terdapat sarana dan prasarana Candi Borobudur. Kantor Balai Konservasi Borobudur, PT Taman Wisata Candi Borobudur dan Manohara center of study berada pada zona II. Area parkir, pintu masuk, museum, pertamanan, dan souvenir juga berada pada zona II. Zona II dimaksudkan sebagai area perlindungan untuk zona I sebagai zona inti (core zone).


Zona I dan II Candi Borobudur

BENTUK LAHAN

adalah kenampakan permukaan bumi yang terjadi akibat genesis tertentu, sehingga menimbulkan bentuk khas, yang mencirikan beberapa sifat fisik material akibat dari proses alami yang dominan dan dapat pula dikaitkan dengan struktur tertentu dalam perkembangannya.

Bentuk lahan Candi Borobudur adalah bukit yang memiliki ketinggian kurang lebih 15 meter dan dikelilingi oleh dataran.

BENTANG LAHAN

Merupakan bentangan permukaan bumi dengan seluruh fenomenanya, yang mencakup bentuk lahan, tanah, vegetasi, dan atribut-atribut, yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia.

Status Candi Borobudur sebagai Warisan Budaya Dunia, dengan pengaturan pengendalian tata ruang berdasarkan Perpres KSN dalam rangka melindungi bentang lahan dari dan ke Candi Borobudur berupa persawahan atau perkebunan (lahan hijau).


Bentang lahan di sekitar Candi Borobudur

BENTANG ALAM

adalah panorama alam yang disusun oleh elemen-elemen geomorfologi dalam dimensi yang lebih luas dari lereng; pemandangan alam atau daerah dengan aneka ragam bentuk-bentuk permukaan bumi yang terhampar di atasnya, seperti pegunungan, gunung, perbukitan, lembah, hutan, daratan dan sebagainya sekaligus terlihat merupakan suatu kesatuan.

Bentang alam Candi Borobudur yaitu terletak di dataran Kedu yang dikelilingi oleh pegunungan yaitu Gunung Merapi dan Merbabu di sebelah timur, Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah barat, pegunungan Menoreh di sebelah selatan serta terdapat dua sungai esar yang mengalir di dekatnya yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo.


Perbukitan Menoreh di sebelah Selatan Candi Borobudur

ANGIN

adalah udara yang bergerak dari daerah udara bertekanan tinggi menuju ke daerah bertekanan rendah, dari daerah. Angin merupakan salah satu unsur iklim yang diamati setiap hari di stasiun klmatologi yang berada di Kantor Balai Konservasi Borobudur untuk mengamati iklim mikro di kawasan Candi Borobudur. Angin merupakan faktor cuaca yang juga berpengaruh terhadap kondisi keterawatan Candi Borobudur, karena angin dapat membawa debu dan kontaminasi seperti spora mikroorganisme ke permukaan batu Candi.

Oleh karena itu Balai Konservasi Borobudur memantau arah dan kecepatan angin setiap saat mengunakan alat anemometer yang dipasang pada bukit Jaten dan Automatic Weather Station yang dipasang pada halaman kantor.

ALUVIAL

adalah jenis tanah yang terbentuk karena endapan. Daerah endapan terjadi di sungai, danau yang berada di dataran rendah, ataupun cekungan yang memungkinkan terjadinya endapan. Area persawahan bekas danau purba di sekitar Candi Borobudur merupakan endapan aluvial.

Shopping Basket