ERUPSI

Adalah proses peletusan gunung berapi yang mengeluarkan bahan-bahan dari dapur magma. Erupsi gunung merapi terbesar terakhir terjadi pada 4-5 November 2010 setelah sebelumnya meletus pada tanggal 26 Oktober 2010. Batu candi yang telah dibersihkan dari material hujan abu dan kerikil tanggal 26 Oktober 2010 terkena pasir dan abu vulkanik kembali tanggal 4-5 November 2010.


Erupsi dalam konteks Candi Borobudur adalah letusan gunung api yang dapat berdampak pada kelestarian candi dan lingkungannya. Erupsi gunung api dengan terlemparnya berbagai material piroklastik berukuran debu hingga barangkal bisa menjangkau jarak yang relatif jauh dari kepundan. Material inilah yang dapat menyebabkan suatu percandian dari masa lalu terkubur di bawah permukaan tanah saai ini.


Erupsi gunung api yang terjadi akhir-akhir ini, yaitu Gunung Merapi (2010) dan Gunung Kelud (2014) menyebabkan permukaan Candi Borobudur tertutup abu vulkanik dengan ketebalan mencapai 2,5 cm.

DESTINASI PARIWISATA

adalah suatu entitas yang mencakup wilayah geografis tertentu yang didalamnya terdapat komponen produk pariwisata (atraksi, aksesibilitas, dan sarana prasarana), layanan, serta unsur pendukung lainnya (masyarakat, pelaku industri pariwisata, dan institusi pengembang) yang membentuk sistem yang sinergis dalam menciptakan motivasi kunjungan serta totalitas pengalaman kunjungan bagi wisatawan.

Candi Borobudur merupakan salah satu destinasi pariwisata di Indonesia dengan produk utama cagar budaya yang berupa candi dari abad ke-IX Masehi.

DANAU PURBA

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Dr. Helmy Murwanto, Candi Borobudur berdiri di atas bukit kecil berbetuan beku dan vulkanik yang sangat lapuk berumur tersier. Pada lingkungan di sekeliling bukit tersebut dijumpai dataran lakustrin bekas Danau Borobudur.

Bukti adanya danau purba ditunjukkan dengan data lapangan, seperti batuan lempung hitam dan batu lanau hitam yang banyak mengandung serbuk sari (pollen) dari tanaman komunitas rawa, fosil, serta gas rawa fosil yang tersebar di sekitar bukit Borobudur. Analisis pola aliran sungai juga menunjukan dinamika aliran sungai yang memusat menuju Danau Borobudur.


Sementara itu, dari hasil analisis radiokarbon C14 menunjukkan umur danau tersebut adalah sebelum Candi Borobudur di bangun dan sesudah di bangun. Perkembangan luasan danau serta palaeogografik daerah sekitar Candi Borobudur sangat dipengaruhi oleh endapan hasil aktivitas Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing serta pegunungan Menoreh.

Berdasarkan hasil penelitian luasan danau purba diketahui berkembang mulai umur 22.000 – 19.000 SM, 4.310 SM, dan 660 SM. Menurut Soekmono, cekungan di sekitar Candi Borobudur yang didukung dengan bentang alam yang indah dan suasana yang tenang menjadikan Candi Borobudur merupakan tempat ideal untuk belajar mengenal ajaran Buddha.


Namun demikian, suasana tenang dan indah tersebut hanya bisa dinikmati selaman 2 hingga 3 abad saja setelah Candi Borobudur di bangun. Hal ini karena pada waktu itu cekungan Borobudur dilanda bencana geologi berupa letusan gunung api muda yang didahului dengan gempa tektonik yang memicu letusan beruntun Gunung Merapi, Gunung Sumbing, dan Gunung Sindoro.

Sebagian besar material letusan berupa hujan abu lapili (tepra), maupun yang bersifat sekunder berupa banjir lahar dingin terendapkan di cekungan Borobudur. Akibat bencana tersebut lingkungan danau Borobudur lambat laun menjadi kering karena tertimbun material letusan gunung api muda yang mencapai 10 meter.

DANAU

Sejumah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai atau adanya mataair; Daerah cekungan di daratan yang cukup luas dan terisi oleh air.

Berdasarkan penelitian berbagai ahli kawasan di sekitar Candi Borobudur dulunya adalah merupakan kawasan lingkungan danau. Namun masih menjadi perdebatan mengenai mengeringnya danau purba tersebut apakah jauh sebelum Candi Borobudur dibangun atau setelah Candi Borobudur selesai dibangun.

COURSE

dalam bahasa Inggris berarti jalan; susunan batu bata atau lempengan batu untuk membuat dinding.

  • Concourse

Pertemuan; terbuka; tempat terbuka di stasiun; persimpangan jalan; lorong lebar di sebuah gedung di mana orang bisa berjalan

Di kawasan Candi Borobudur, terdapat area yang dikenal dengan sebutan concourse. Area tersebut merupakan jalan utama dari pintu utama ke halaman Candi Borobudur di sisi Timur. Concourse di Candi Borobudur berupa jalan dari susunan batu andesit dengan taman di tengahnya sebagai pembatas jalan.


Concourse sisi Timur Candi Borobudur (pintu masuk)

CORE ZONE

atau zona inti adalah adalah zona I dimana terletak Candi Borobudur sebagai pusatnya (lihat keterangan mengenai zona). Pada area inti, selain Candi Borobudur, hanya terdapat bangunan pendukung, yaitu pos keamanan dan bunker yang sudah ada sejak pemugaran, selebihnya adalah vegetasi yang mengelilingi Candi Borobudur. Tidak diperbolehkan adanya pembangunan di area inti.


Zona I dan II Candi Borobudur

CITRA

adalah gambaran yang terekam oleh kamera atau sensor lainnya. Citra Satelit merupakan citra yang dihasilkan dari pemotretan menggunakan wahana satelit. Citra satelit ini merupakan salah satu media yang diperlukan dalam rangka kegiatan monitoring kawasan Borobudur.


Tampilan citra Ikonos Candi Borobudur dan sekitarnya tahun 2001

CAGAR BUDAYA

atau cultural reservation area merupakan kawasan suaka budaya yang karena bangunan maupun budayanya mempunyai nilai sejarah yang cukup penting yang pantas untuk dilindungi. Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-VIII merupakan salah satu peninggalan kebudayaan Indonesia.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Nomor 173/M/1998 dan Surat Keputusan Menteri Nomor 286/M/2014, Candi Borobudur merupakan cagar budaya peringkat nasional. Segala hal yang berkaitan dengan Candi Borobudur dilindungi oleh undang-undang dan peraturan yang berlaku (lihat regulasi).