GUNUNG KELUD

Adalah gunung api berbentuk strato, secara administratif terletak di tiga Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur dan secara geografis terletak pada posisi 7º 56’ 00” LS, 112º 18’ 30” BT dengan ketinggian puncak 1.731 meter di atas permukaan laut. Gunung Kelud adalah gunung api yang diketahui terakhir meletus pada November 2007. Gunung ini aktif kembali tujuh tahun kemudian, tepatnya pada Januari 2014. Perlu diketahui bahwa letusan terakhir Gunung Kelud sebelum Kamis ini adalah pada 3-4 November 2007. Letusan tersebut ibarat jeda dari ciri khas letusan Gunung Kelud yang biasanya adalah eksplosif, termasuk letusan sekarang. Pada 2007, hanya terjadi letusan efusif, yang memunculkan kubah lava di tengah lokasi yang dulu adalah danau kawah Gunung Kelud.

Ciri letusan eksplosif gunung ini telah diketahui sejak tahun 1901. Sedangkan letusan Gunung Kelud pada 2007, merujuk ungkapan mantan Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, merupakan sebuah anomali. Letusan pada 2007 tidak menyebabkan letusan hebat sebagaimana setiap kali Gunung Kelud meletus. Hal tersebut dikarenakan adanya retakan di jalur lava gunung itu, yang membuat daya dorong letusan sudah merembes keluar. Sehingga daya letus gunung pun jauh berkurang.

Pada 1990, letusan terakhir sebelum letusan Kamis malam, setidaknya 200 juta ton meter kubik material padat terlontar dari kawah Gunung Kelud. Sebagai pembanding, letusan Gunung Merapi pada 2010 hanya melontarkan 150 juta meter kubik material padat. Dengan ciri letusan yang eksplosif, Gunung Kelud adalah salah satu gunung api aktif yang mencatatkan ribuan korban jiwa dalam sejarah panjang letusannya, meski dampaknya belum seluar biasa letusan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat ataupun Gunung Krakatau di Selat Sunda yang sampai mengguncang dunia.

Sebelum letusan pada 2007, Gunung Kelud dikenal sebagai gunung api dengan kawah berupa danau. Berdasarkan ahli gunung api, Surono kedahsyatan dampak letusan dengan tipe kawah semacam Gunung Kelud ini akan berbanding lurus dengan volume air pada danau kawah. Letusan efusif pada 2007, telah menyurutkan danau kawah di Gunung Kelud, hanya menyisakan genangan yang bahkan nyaris kering. Namun, sebelumnya upaya untuk menyusutkan volume danau kawah ini juga sudah dilakukan pemerintah, yaitu dengan pembangunan terowongan pembuangan air. Proyek pertama dibangun pada masa pemerintahan kolonial pada tahun 1926. Terowongan tersebut dibangun setelah letusan Gunung Kelud pada tahun 1919 yang menewaskan tak kurang dari 5.160 orang. Terowongan yang dibangun pemerintah kolonial itu sempat tertutup material vulkanik pada letusan 1966 meski lolos dari kerusakan akibat letusan pada 1951. Meski letusan 1919 sudah memakan korban jiwa sedemikian banyak, letusan Gunung Kelud yang paling banyak menewaskan berdasarkan catatan yang ada adalah letusan pada 1586, dengan lebih dari 10.000 orang jadi korban.

Terowongan pengalir air dari danau kawah buatan 1926 masih berfungsi sampai sekarang. Namun, setelah letusan 1966, Pemerintah Indonesia membangun terowongan baru yang lokasinya 45 meter di bawah terowongan lama. Terowongan baru yang rampung dibangun pada 1967 ini diberi nama Terowongan Ampera. Fungsinya adalah menjaga volume air danau kawah tak lebih dari 2,5 juta meter kubik. Pada letusan 1990 yang berlangsung selama 45 hari, material vulkanik yang dilontarkan letusan Gunung Kelud mencapai 57,3 juta meter kubik. Namun demikian, lahar dinginnya mengalir sampai 24 kilometer melewati 11 sungai yang berhulu di Gunung Kelud.

GEOMOFOLOGI

Adalah ilmu yang mendeskripsikan, mendefinisikan, serta menjelaskan bentuk lahan dan proses-proses yang mengakibatkan terbentuknya lahan tersebut serta mencari hubungan antara proses-proses dalam susunan keruangan. Berdasarkan pembagian zona fisiografi Jawa Tengah oleh van Bemmelen, daerah Borobudur terletak di zona sentral depresi, posisinya berada diantara jalur Pegunungan Menoreh di sisi selatan dan jalur gunung api Kuarter di sisi utara. Daerah Borobudur menempati bentuk lahan dataran dengan ketinggian 225 sampai 240 meter dpl

GEOLOGI

Adalah ilmu yang mempelajari bumi, komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses pembentukannya. Peran ilmu geologi dalam bidang pelestarian cagar budaya untuk mempelajari karakteristik material cagar budaya terutama yang berasal dari batuan serta struktur stratigrafi tanah situs dan kawasan cagar budaya. Pengetahuan tentang struktur stratigrafi tanah akan membantu dalam mengungkapkan data arkeologi yang tersimpan dalam masing-masing lapisan tanah dan membantu mengungkap fakta tentang evolusi mahluk hidup.

GEOHIDROLOGI

adalah ilmu yang mempelajari air yang berada di dalam tanah (groundwater / air tanah). Di Candi Borobudur dilakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi yang bertujuan untuk memonitor kondisi keterawatan Candi Borobudur dan lingkungannya salah satu subkegitarannya adalah monitoring geohidrologi yang meliputi kegiatan pengamatan air permukaan yang melimpas di Candi Borobudur dengan pengukuran menggunakan water meter, pengamatan bak air filter layer, pengamatan sumur peresapan, dan pengamatan air tanah penduduk di sekeliling Candi Borobudur.

GEOGRAFI

Adalah studi yang mempelajari pengaruh lingkungan alam terhadap aktifitas manusia. Namun dalam seminar nasional di Semarang tahun 1988 mendifinisikan geografi sebagai ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan lingkungan dalam konteks keruangan. Geografi merupakan salah satu ilmu yang mendukung dalam pelestarian cagar budaya terutama dalam mempelajari fenomena alam terkait dengan pelestarian cagar budaya dalam konteks keruangan.

GEMPA BUMI

Adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik. Energi yang dihasilkan dipancarkan kesegala arah berupa gelombang gempabumi sehingga efeknya dapat dirasakan sampai ke permukaan bumi. Gempa bumi adalah salah satu jenis bencana alam yang dapat mengancam kelestarian Candi Borobudur.

Menurut BMKG, gempa bumi memiliki karakteristik antara lain :

  1. Berlangsung dalam waktu yang sangat singkat
  2. Lokasi kejadian tertentu
  3. Akibatnya dapat menimbulkan bencana
  4. Berpotensi terulang lagi
  5. Belum dapat diprediksi
  6. Tidak dapat dicegah, tetapi akibat yang ditimbulkan dapat dikurangi

~ Tektonik adalah jenis gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik. Gempa ini terjadi karena besarnya tenaga yang dihasilkan akibat adanya tekanan antar lempeng batuan dalam perut bumi. Gempa bumi ini aalah jenis gempa yang paling sering dirasakan di Indonesia. Gempa bumi tektonik terakhir yang kuat mengguncang DI. Yogyakarta pada tanggal 27 Mei 2006 dengan kekuatan 5,9 skala Richter dengan kedalaman 17,1 km. Gempa yang mengakibatkan sebagian besar bangunan di Kabupaten Bantul roboh dan sebagian bangunan Candi Prambanan bagian atas berjatuhan ternyata tidak berdampak pada Candi Borobudur.

~ Vulkanik adalah jenis gempa yang terjadi karena aktivitas magma di perut bumi. Gempa ini tergolong gempa yang cukup intersif terjadi di Indonesia karena banyak memiliki gunungapi. Setiap adanya letusan gunung berapi sebelumnya terjadi getaran yang dapat dirasakan masyarakat di sekitar gunung berapi. Jenis gempa ini jarang dirasakan di candi Borobudur karena berjarak kurang lebih 30 km

GAYA ENDOGEN

Adalah tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan terjadinya pergerakan, patahan, perlipatan dan vulkanisme di permukaan bumi. Tenaga ini mampu mngubah konfigurasi permukaan bumi sehingga akan terbentuk bentuk lahan. Tenaga endogen ini meliputi aktivitas tektonik dan vulkanik. Daya endogen yang terjadi di sekitar Candi Borobudur diantaranya adalah adanya patahan di sekitar Sungai Tangsi, perbukitan Menoreh yang terjadi karena pengangkatan dasar sungai ke permukaan bumi, dan aktivitas vulkanik dari Gunung Merapi.

GARIS ASTRONOMIS

Adalah garis lintang dan garis bujur yang ada dalam peta dan globe. Garis lintang adalah garis khayal pada permukaan bumi yang melintang dan melingkari secara horizontal. Garis bujur adalah garis khayal pada permukaan bumi yang membujur dan melingkari secara vertikal. Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis terletak di 07o 36’ 49’’ LS dan 110 o 12’ 34’’ BT.

Shopping Basket