RAWA

Adalah daratan yang selalu tergenang air sebagai akibat permukaan tanah lebih rendah dari air tanah permukaan dan sistem pembuangan airnya kurang sempurna. Daerah sekitar Candi Borobudur dulunya merupakan daerah rawa bekas dari danau.

PETA RUPA BUMI INDONESIA (RBI)

Adalah peta topografi yang menampilkan sebagian unsur-unsur alam dan buatan manusia. Unsur-unsur kenampakan rupa bumi dikelompokkan menjadi 7 tema yaitu area penutup lahan (seperti hutan, sawah, pemukiman), hidrografi (meliputi unsur perairan seperti sungai, danau, garis pantai), hipsografi (data ketinggian, seperti titik tinggi dan kontur), bangunan (gedung, rumah, bangunan perkantoran), transportasi dan utilitas (jaringan jalan, kereta api, kabel transmisi dan jembatan), batas administrasi (batas negara, provinsi, kota/kabupaten, kecamatan), dan toponimi (nama-nama geografi seperti nama pulau, nama selat, nama gunung). Peta RBI dibuat oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) yang sekarang bernama Badan Informasi Geospasial (BIG). Peta Rupa Bumi Indonesia biasa digunakan sebagai peta dasar dalam pembuatan peta wilayah atau peta tematik. Peta Rupa Bumi dengan skala 1:25.000 digunakan sebagai dasar dalam pembuatan Peta Rencana Struktur Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya, Peta Rencana Pola Ruang Kawasan Borobudur dan Sekitarnya, dan Peta Arahan Peraturan Zonasi untuk SP-1 Kawasan Borobudur dan Sekitarnya yang tercantum dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2014.

PETA

Adalah gambaran konvensional permukaan bumi atau benda angkasa, baik meliputi perwujudan letak maupun data yang ada kaitannya seperti tampaknya bila dilihat dari atas dan diperkecil dengan menggunakan skala tertentu dan dinyatakan dengan simbol-simbol tertentu. Peta sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Konservasi Borobudur terutama mengenai peta kawasan sekitar candi baik Candi Borobudur, Candi Mendut, dan Candi Pawon dalam rangka pelestarian lingkungan sekitar situs

PENGGUNAAN LAHAN

Adalah segala campur tangan manusia terhadap lahan dalam rangka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya baik material maupun spiritual. Pada saat sekarang ini di Kawasan Borobudur terutama di wilayah SP-1 (Subkawasan Pelestarian 1) banyak sekali penggunaan lahan pertanian terutama sawah yang berubah menjadi lahan terbangun. Mengacu pada Peta Arahan Peraturan Zonasi SP-1 Kawasan Borobudur dan Sekitarnya yang terdapat di dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2014, Kawasan Borobudur dibagi menjadi beberapa kawasan yaitu Kawasan Situs Candi termasuk Taman Candi, Kawasan Permukiman, Kawasan Pertanian, Kawasan Sawah Bekas Danau Purba, dan Kawasan Sempadan Sungai. Pada saat sekarang ini wilayah SP-1 yang merupakan gabungan dari zona III dan sebagian zona IV versi JICA adalah kewenangan dari Pemerintah Kabupaten Magelang. Kesulitan yang dihadapi saat ini dalam mempertahankan lahan pertanian sekaligus sawah bekas danau purba adalah karena dalam RTRW kabupaten Magelang Tahun 2010 – 2030 tidak terdapat wilayah sawah bekas danau purba seperti yang tercantum dalam Perpres Nomor 58 Tahun 2014.

ORIENTASI PETA

adalah petunjuk arah pada peta yang menunjukkan arah utara dengan posisi mengarah ke atas. Orientasi peta merupakan salah satu unsur penting yang harus ada dalam pembuatan peta, misalnya Peta Kawasan Borobudur. Orientasi peta ini sangat berguna untuk menentukan arah mata angin suatu tempat.


Contoh simbol orientasi peta

OBYEK VITAL NASIONAL

adalah kawasan/lokasi; bangunan/instalasi atau usaha yang menyangkut hajat orang banyak, kepentingan, dan sumber pendapatan negara yang bersifat strategis.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.34/HM.001/MKP/2008 tentang Pengamanan Obyek Vital Nasional di bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Candi Borobudur merupakan salah satu Obyek Vital Nasional di Bidang Kebudayaan dan Pariwisata yang memperoleh prioritas dalam pengamanan.

OBJEK

dalam kamus besar Bahasa Indonesia berarti hal, perkara atau orang yang menjadi pokok pembicaraan. Kata objek sebagai kata benda berarti hal, dan sebagainya yang dijadikan sasaran untuk diteliti dan diperhatikan.

Borobudur sering berdamping dengan kata objek, misalnya: “Objek Wisata Candi Borobudur” artinya Borobudur sebagai sasaran atau target untuk berwisata; dan Borobudur sebagai Objek Vital Nasional.

MATAAIR

adalah pemusatan pengeluaran air tanah yang muncul pada permukaan tanah sebagai suatu arus air yang mengalir. Di sekitar Candi Borobudur terdapat mata air asin yang salah satunya berada di Dusun Ngentak, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur.

Sumber mata air asin ini diduga berasal dari air laut purba yang terjebak di dalam tanah.

LETAK GEOGRAFIS

adalah letak suatu obyek dilihat dari kenyataannya di permukaan bumi atau posisi obyek tersebut pada bola bumi dibandingkan dengan posisi obyek lainnya.

Candi Borobudur terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis Candi Borobudur dikelilingi oleh Gunung Merapi dan Merbabu di sebelah Timur, Gunung Sindoro dan Sumbing di sebelah Utara, dan Bukit Menoreh di sebelah Selatan, serta terletak di dekat dua aliran sungai, yaitu Sungai Progo dan Elo.


Letak geografis Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon

Shopping Basket