VULKANISME

Adalah gejala-gejala yang timbul akibat aktifitas gunung berapi. Batu penyusun Candi Borobudur terbentuk dari aktivitas vulkanisme. Kawasan Borobudur dikelilingi oleh banyak gunungapi khususnya Gunung Merapi yang merupakan gunung paling aktif sedunia. Untuk menjaga kelestariannya perlu diwaspadai gejala vulkanisme yang timbul untuk mempersiapkan segala tindakan yang diperlukan untuk penyelamatan. Abu vulkanik hasil erupsi Gunung Merapi 2010 dan Gunung Kelud 2014 yang jatuh dan mengendap di kawasan Borobudur juga berasal dari aktivitas vulkanisme.

TOPONIMI

Adalah kajian ilmiah tentang nama tempat, asal-usul, arti, penggunaan, dan tipologinya. Beberapa nama tempat di sekitar Candi Borobudur memiliki arti yang berhubungan erat dengan lingkungan air antara lain Dusun Sabrangrowo (sabrang=seberang, rowo=rawa, artinya untuk mencapai daerah tersebut harus menyeberangi rawa), Desa Bumisegoro (bumi=daratan, segoro=laut, artinya daratan yang dikelilingi perairan), Dusun Gopalan (go=singkatan dari nganggo=memakai, palan=kapal, artinya keluar atau masuk desa tersebut memakai kapal/sampan), Desa Tanjung (tanjung=daratan yang menjorok ke lingkungan danau) dan Dusun Teluk (teluk=perairan yang masuk ke daratan).

SUNGAI

Adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju hilir (muara). Di Kawasan Borobudur terdapat 2 buah sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo. Sungai Progo atau warga sekitar menyebutnya Kali Progo adalah sungai terpanjang di Jawa Tengah, daerah yang dilaluinya adalah Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang (Provinsi Jawa Tengah), Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Bantul (D.I. Yogyakarta). Sungai Progo memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat di Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah. Karena aliran airnya menghidupi masyarakat di sana yang sebagian besar bekerja dari bercocok tanam yang memerlukan ketersediaan air yang sesuai. Sungai ini bersumber dari lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Kedua gunung tersebut nampak seperti gunung kembar yang letaknya relatif berdekatan. Gunung Sindoro terletak di sebelah utara Gunung Sumbing yakni di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Mata air Sungai Progo dari Gunung Sumbing tepatnya terletak di Dusun Jumprit, Desa Tegalrejo, Kabupaten Temanggung Sedangkan Gunung Sumbing di sebelah selatan Gunung Sindoro, di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (http://www.kompasiana.com). Sungai Elo yang mengalir di Kawasan Borobudur bertemu dengan sungai Progo di wilayah sekitar Mendut. Menurut Soedarsono (1954), keadaan Sungai Elo dan dan Progo sama seperti keadaan sungai Gangga dan Yamuna, sungai ini juga bersatu seperti itu dan tepat di bersatunya sungai tersebut di sanalah terdapat kota suci Prayaga. Keletakan geografis di Kawasan Borobudur ini yang memungkinkan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi pendirian Candi Borobudur.

SUBKAWASAN PELESTARIAN II (SP II)

Merupakan kawasan penyangga Kawasan Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Dunia yang merupakan kawasan pengamanan sebaran situs yang belum tergali yang diarahkan untuk mengendalikan pertumbuhan kawasab terbangun dalam rangka menjaga keberadaan potensi sebaran cagar budaya yang belum tergali dan kelayakan pandang. Wilayah cakupan SP I ini meliputi :

  • Kabupaten Magelang
  1. Desa Wringinputih, Desa Bumiharjo, sebagian Desa Tegalarum, sebagian Desa Kebonsari, Desa Karanganyar, sebagian Desa Giripurno, Desa Giritengah, Desa Tanjungsari, Desa Tuksongo, Desa Majaksingi, Desa Nagrgogondo, Desa Candirejo, sebagian Desa Sambeng, dan sebagian Desa Kenalan di Kecamatan Borobudur.
  2. Kelurahan Sawitan, Desa Progowati, dan sebagian Desa Rambeanak di Kecamatan Mungkid.
  3. Desa Deyangan, sebagian Desa Pasuruan, sebagian Desa Donorojo, dan sebagian Desa Kalinegoro di Kecamatan Mertoyudan.
  4. Sebagian Desa Ringinanom dan sebagian Desa Sumberarum di Kecamatan Tempuran.
  5. Sebagian Desa Menayu, sebagian Desa Adikarto, sebagian Desa Tanjung, dan sebagian Desa Sukorini di Kecamatan Muntilan.
  • Kabupaten Kulonprogo (DIY)
  1. Sebagian Desa Banjaroyo di Kecamatan Kalibawang
  2. Sebagian Desa Sidoharjo dan sebagian Desa Gerbosari di Kecamatan Samigaluh

SUBKAWASAN PELESTARIAN I (SP I)

Adalah Kawasan Cagar Budaya Nasional dan Warisan Budaya Dunia yang merupakan kawasan pelestarian utama situs-situs cagar budaya yang mendesak untuk dikendalikan pertumbuhan kawasan terbangunnya dalam rangka menjaga kelestarian Candi Borobudur, Candi Pawon, dan Candi Mendut beserta lingkungannya. Wilayah cakupan SP I ini meliputi :

  • Desa Bojong, Desa Paremono, Desa Pabelan, Desa Ngrajek, dan Kelurahan Mendut di Kecamatan Mungkid
  • Desa Wanurejo dan Desa Borobudur di Kecamatan Borobudur

SESAR

Adalah rekahan atau zona rekahan pada batuan yang memperlihatkan peregeseran. Pergeseran pada sesar bisa terjadi sepanjang garis lurus (translasi) atau terputar (rotasi). Sesar merupakan struktur bidang dimana kedudukannya dinyatakan dalam jurus dan kemiringan. Salah satu penyebab kerusakan Candi Borobudur ketika ditemukan adalah akibat proses tektonik yang melepaskan energi melalui sesar-sesar yang membentuk alur sungai Tangsi, Progo, dan Sileng.

SATUAN RUANG GEOGRAFIS BOROBUDUR

Adalah peninggalan kebudayaan Masa Hindu Buddha di Indonesia khususnya pada zaman Kerajaan Mataram Kuno yang berlangsung dari abad VIII – X. Tinggalan-tinggalan arkeologis pada kawasan ini merupakan tinggalan arkeologis yang berada dalam Kawasan Cagar Budaya Borobudur (candi, situs, lokasi yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 286/M/2014 tentang Satuan Ruang Geografis sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional).

SAT PAM OBVIT POLRES MAGELANG

Adalah unsur pelaksana tugas pokok Polres yang berada di bawah Polres dengan tugas yaitu menyelenggarakan kegiatan pengamanan objek vital yang meliputi proyek/instalasi vital, objek wisata, kawasan tertentu dan objek lainnya termasuk VIP yang memerlukan pengamanan kepolisian. Terkait Candi Borobudur sebagai Obyek Vital Nasional di bidang Kebudayaan dan Pariwisata, SAT PAM Obvit yang bertugas adalah SAT PAM Obvit Polres Magelang yang berlokasi di Jalan Medangkamulan, Borobudur.