DORMANSI

adalah istilah biologi yang menujukan suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami organisme hidup sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Dormansi merupakan suatu reaksi atas keadaan fisik atau lingkungan tertentu.

Pemicu dormansi dapat bersifat mekanis, keadaan fisik lingkungan, atau kimiawi. Keadaan dorman juga terjadi pada lumut yang tumbuh di Candi Borobudur saat musim kemarau. Keadaan ini ditunjukan dengan lumut berhenti tumbuh dengan tidak adanya pertambahan biomasa dan warna lumut berubah dari hijau menjadi coklat muda.

Namun ketika lumut yang sudah berwarna coklat tersebut terkena air sedikit saja langsung akan berubah menjadi hijau kembali.

CRUSTOSE

adalah salah satu jenis lichens yang mempunyai bentuk talus seperti kerak dan menempel sangat kuat pada substratnya. Lichen jenis ini hanya memiliki dua lapisan, yaitu lapisan atas dan medulla saja tanpa lapisan bawah, jadi lapisan medulla langsung menempel pada substratnya.

Konsekuensinya adalah lichen ini sulit dihilangkan tanpa mengambil sebagian dari substratnya. Lichen Crustose merupakan lichen dominan di batuan Candi Borobudur dan Candi Mendut.

BUNGA TERATAI

Merupakan nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai waterlily. Di Indonesia, Teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo (lotus).

Pada zaman dulu, orang memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti Seroja dengan genus Nymphaea (Teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas permukaan air (tidak mengapung), kelopak bersemu merah (Teratai berwarna putih hingga kuning), daun berbentuk lingkaran penuh dan rimpangnya biasa dikonsumsi.

Tanaman tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rhizoma yang berada di dalam lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat di tengah-tengah daun. Daun berbentuk bundar atau bentuk oval yang lebar yang terpotong pada jari-jari menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air.


Teratai terdiri dari sekitar 50 spesies yang tersebar dari wilayah tropis hingga daerah subtropis seluruh dunia. Teratai yang tumbuh di daerah tropis berasal dari Mesir. Teratai masih satu suku dengan genus Nuphar yang perbedaannya terletak pada besar daun mahkota.

Bunga Teratai memiliki daun mahkota yang lebih besar dari daun kelopak, sedangkan genus Nuphar memiliki daun mahkota yang lebih kecil daripada daun kelopak. Pematangan buah Teratai terjadi di bawah permukaan air, berbeda dengan pematangan buah dari genus Nuphar yang terjadi di atas permukaan air.

Motif hias Teratai terpahat di relief Candi Borobudur yang pada umumnya dipahatkan mencakup daun, batang, dan bunga yang tumbuh didalam air.


Relief Bunga Teratai di Candi Borobudur

BUNGA

adalah alat reproduksi seksual pada pada tumbuhan berbunga. Bunga memiliki organ reproduksi berupa benang sari dan putik. Bunga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya akan menghasilkan alat-alat perkembangbiakan.

Pada umumnya bunga mempunyai warna menarik, berbau harum, bentuknya bermacam-macam, dan biasanya mengandung madu. Adapun bagian-bagian bunga selain putik dan benang sari adalah tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga dan lain-lain.

Bunga yang dominan dikaitkan dengan Candi Borobudur adalah bunga Teratai. Candi Borobudur diilustrasikan berbentuk sebagai kelopak dan mahkota bunga Teratai.

BODHI

adalah wahyu yang diturunkan kepada sang Buddha, pencerahan atau penerangan. Bodhi juga merupakan pohon religi agama Buddha, oleh karena itu pohon ini memiliki nama ilmiah Ficus religiosa. Pohon ini menjadi tempat berteduh ketika Sang Buddha bersemedi dan akhinya mendapat pencerahan.

Sebagai pohon religi agama Buddha maka pohon ini banyak terpahatkan pada relief Candi Borobudur, serta ditanam hampir pada semua sisi zona 1. Pohon Bodhi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: ketinggiannya dapat mencapai 30 meter, diameter batang pohon dapat mencapai 3 meter, daun berbentuk bulat memanjang dengan ujung daun melengkung, relatif tebal dan agak berdaging (sukulen).

Pohon bodhi memiliki buah yang sangat kecil dan mudah terbawa burung dan bintang lain. Buah tersebut akan mudah pecah bila sudah tua sehingga biji-biji bodhi mudah tersebar.


Pohon Bodhi pada relief Candi Borobudur

BERINGIN

adalah salah satu pohon yang terpahatkan pada relief Candi Borobudur. Pohon ini juga terdapat pada zona 1, sisi Barat Daya. Nama ilmiahnya adalah Ficus benyamina.

Beringin adalah tumbuhan jenis pohon besar memiliki tajuk yang sangat rindang, memiliki sulur dan akar yang menjalar kemana-mana. Beringin dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 20 – 25 meter. Berakar tunggang, batang berbentuk bulat dan tegak, pada bagian batang akan tumbuh akar gantung yang berfungsi untuk respirasi, percabangan simpodial.

Daun berbentuk oval, pangkal daun tumpul pada bagian tepi merata dan halus. Bunga tunggal berbentuk silindris, kelopak bunga berbentuk seperti corong, bunga muncul dari ketiak daun. Buah beringin berbentuk bulat kecil dengan diameter 0,5 – 1 cm, ketika muda berwarna hijau setelah tua berubah menjadi merah. Biji berbentuk bulat keras dan berwana putih.

BATANG

adalah bagian utama tumbuhan yang ada di atas tanah dan mendukung bagian-bagian lain dari tumbuhan, yakni daun, bunga dan buah. Batang memiliki ruas dan antar ruas. Pada ruas akan muncul bunga atau tunas daun. Pada umumnya, bentuk penampang melintang batang dibedakan menjadi tiga, yaitu: bulat, persegi, dan pipih.

Batang tumbuhan yang berbentuk bulat, misalnya pada tumbuhan bambu dan kelapa. Batang yang berbentuk segi empat, misalnya pada tumbuhan iler dan markisa. Batang yang segitiga, misalnya pada tumbuhan rumput teki. Batang yang berbentuk pipih, misalnya pada tumbuhan kaktus.

Tumbuhan yang ditanam di sekitar Candi Borobudur umumnya memiliki batang berbentuk bulat.

BAMBU

merupakan salah tumbuhan terpahatkan pada relief Candi Borobudur (Siswanto, 1999). Bambu juga ditanam pada zona 1 Candi Borobudur sebagai realisasi dari tumbuhan yang terpahatkan pada relief candi. Adapun jenis bambu yang ditanam pada zona 1 Candi Borobudur adalah bambu hias, kuning, jawa, kodok, wulung dan bambu ampel.

Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas pada batangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60 cm bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi lingkungannya.

Bagian pangkal akar rimpang bambu lebih sempit daripada bagian ujung dan setiap ruas memiliki kuncup dan akar. Kuncup pada akar berkembang menjadi rebung atau tunas yang kemudian memanjat dan akhirnya menghasilkan buluh.

ASAM JAWA

merupakan tumbuhan yang terpahatkan pada relief Candi Borobudur dan ditanam pada halaman candi pada sisi Timur Laut dan Barat Laut. Asam Jawa memiliki nama ilmiah Tamaradus indica.

Asam Jawa merupakan pohon yang diameternya dapat mencapai 1 – 2 meter, kulit batang berwarna coklat dan beralur ke arah vertikal serta tekstur permukaan kulit pecah-pecah. Ukuran daun kecil-kecil, menyirip berselang-seling. Buah berbentuk memanjang, daging buah berwana putih kehijauan ketika muda dan berubah menjadi merah kecoklatan atau hitam ketika masak. Rasa buahnya sangat asam dan sedikit manis. Dalam satu buah terdapat beberapa biji yang berwarna coklat berkulit keras.

ANGSANA

atau dikenal sebagai sono kembang dengan nama latin Pterocarpus indica merupakan tanaman peneduh dengan tajuk lebat berbentuk kubah serta cabang-cabangnya yang merunduk hingga dekat tanah. Tinggi pohon angsana dapat mencapai 10 – 40 m. Daun majemuk dengan 5 – 11 anak daun, bentuk daun bulat telur memanjang, ujungnya meruncing, tumpul, mengkilat, panjangnya 4 – 10 cm, lebar 2,5 – 5 cm, anak tangkai lebih kurang 0,5 – 1,5 cm. Bunga angsana majemuk tandan, yang terletak di ujung ranting atau muncul dari ketiak daun.

Akar pohon angsana merupakan akar papan atau akar banir, yaitu bentuk akar menyerupai papan yang tumbuh pada bagian atas akar. Akar ini sangat kuat yang berfungsi untuk menopang pohon. Namun pohon ini akan meranggas saat musim kemarau. Oleh karena itu pohon angsana ini hanya ditanam pada sisi Barat Laut dan Barat Daya halaman Candi Borobudur.

Shopping Basket