JAMBU AIR

Merupakan tumbuhan dalam suku jambu-jambuan atau Myrtaceae yang berasal dari Asia Tenggara. Jambu air merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah ditanam dan di budidaya. Pohon Jambu air umumnya berupa perdu, dengan tinggi 3-10 m. Sering dengan batang bengkak-bengkok dan bercabang mulai dari pangkal pohon, kadang-kadang gemangnya mencapai 50 cm. Daun tunggal terletak berhadapan yang terkadang berbau aromatis apabila diremas. Buah Jambu Air bertipe buah buni, berbentuk gasing dengan pangkal kecil dan ujung yang sangat melebar (sering dengan lekukan sisi yang memisahkan antara bagian pangkal dengan ujung); bermahkota kelopak yang berdaging dan melengkung. Motif hias Pohon Jambu air banyak terpahat di relief Candi Borobudur yang pada umumnya dipahatkan secara utuh mencakup batang, dahan atau ranting, daun, dan buah yang dipahatkan secara detail. Helaian daun berbentuk jantung jorong sampai bundar telur terbalik lonjong.

JAMBE

Nama lain jambe adalah buah pinang, merupakan buah yang dihasilkan dari pohon pinang atau nama latinnya Areca catechu. Pohon pinang merupakan sejenis tumbuhan palm tingginya dapat mencapai 25 meter lebih. Biji buah pinang ini digunakan sebagai campuran kapur sirih yang membuat gigi dan mulut berwarna kemerahan. Tumbuhan ini terpahatkan pada relief Candi Borobudur dan juga ditanam pada sisi barat laut dan timur laut zona 1 Candi Borobudur.

HIFA

Adalah struktur pada mikroorganisme, terutama jamur & lichens, yang berfungsi menyerupai akar pada tanaman tingkat tinggi. Hifa pada mikroorganisme dapat mengakibatkan adanya kerusakan pada batuan Candi Borobudur karena adanya penetrasi yang dilakukannya. Hifa lichens dapat memecah batuan menjadi fragmen butiran mineral kecil berukuran 5 µm dan terkumpul dibagian bawah talus. Fitur terpenting hifa adalah eksplorasi spasial, dimana hifa dapat menentukan lokasi dan mengeksploitasi substansi baru pada batuan. Proses eksplorasi hifa ini ditunjang dengan adanya tekanan turgor. Dengan adanya tekanan turgor ini, hifa dapat menembus material yang solid, seperti batuan.

FUNGI = CENDAWAN

Adalah organisme eukariotik yang memiliki dinding sel dan bersifat heterotrof. Eukariotik adalah kelompok organisme yang memiliki membran sel. Oleh karena itu dahulu fungi dimasukkan ke dalam kerajaan tumbuhan. Namun fungi bersifat heterotrof, yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis. Oleh karena itu, sekarang fungi dikompokkan dalam kingdom sendiri yang terpisah dari tumbuhan dan hewan. Fungi dapat melapukan batuan dengan cara bersimbiosis dengan algae. Simbiosis antara fungi dan algae disebut lichen. Fungi menciptakan lingkungan yang lembab untuk algae tumbuh, sedangkan algae memberikan nutrisi hasil fotosintesis kepada fungi.

DURIAN

adalah buah yang berkulit keras dan berduri tajam namun memiliki aroma yang khas. Pohon durian terpahatkan pada relief Candi Borobudur dan ditanam pada sisi barat laut dan tenggara. Durian memiliki nama ilmiah Durio zibethinus.

Tumbuhan Durian memiliki ciri-ciri tinggi pohon dapat mencapai 50 meter, bentuk tajuk pohon mirip segitga, kulit batang berwarna merah coklat gelap kasar dan terkadang terkelupas. Bentuk daun ada yang lonjong, melanset atau lonjong melanset. Bunga juga buah durian muncul langsung dari batang atau cabang cabang yang tua di bagian pangkal, berkelompok dalam karangan berisi 3 – 10 kuntum berbentuk tukal.

Kuncup bunganya membulat berdiameter sekitar 2 cm, dan bertangkai panjang. Kelopak bunga berbentuk tabung, daun kelopak tambahan terpecah menjadi 2 – 3 cuping berbentuk bundar telur. Mahkota bentuk sudip, berjumlah 5 helai, warna keputih-putihan. Bunga muncul dari pucuk dorman, mekar pada sore hari dan bertahan hingga beberapa hari. Kulit buahnya memiliki permukaan yang tebal. Berwarna hijau kekuning-kuningan, kecokelatan hingga keabu-abuan.


Relief Pohon Durian di Candi Borobudur

DORMANSI

adalah istilah biologi yang menujukan suatu keadaan berhenti tumbuh yang dialami organisme hidup sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Dormansi merupakan suatu reaksi atas keadaan fisik atau lingkungan tertentu.

Pemicu dormansi dapat bersifat mekanis, keadaan fisik lingkungan, atau kimiawi. Keadaan dorman juga terjadi pada lumut yang tumbuh di Candi Borobudur saat musim kemarau. Keadaan ini ditunjukan dengan lumut berhenti tumbuh dengan tidak adanya pertambahan biomasa dan warna lumut berubah dari hijau menjadi coklat muda.

Namun ketika lumut yang sudah berwarna coklat tersebut terkena air sedikit saja langsung akan berubah menjadi hijau kembali.

CRUSTOSE

adalah salah satu jenis lichens yang mempunyai bentuk talus seperti kerak dan menempel sangat kuat pada substratnya. Lichen jenis ini hanya memiliki dua lapisan, yaitu lapisan atas dan medulla saja tanpa lapisan bawah, jadi lapisan medulla langsung menempel pada substratnya.

Konsekuensinya adalah lichen ini sulit dihilangkan tanpa mengambil sebagian dari substratnya. Lichen Crustose merupakan lichen dominan di batuan Candi Borobudur dan Candi Mendut.

BUNGA TERATAI

Merupakan nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai waterlily. Di Indonesia, Teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman dari genus Nelumbo (lotus).

Pada zaman dulu, orang memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti Seroja dengan genus Nymphaea (Teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas permukaan air (tidak mengapung), kelopak bersemu merah (Teratai berwarna putih hingga kuning), daun berbentuk lingkaran penuh dan rimpangnya biasa dikonsumsi.

Tanaman tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rhizoma yang berada di dalam lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat di tengah-tengah daun. Daun berbentuk bundar atau bentuk oval yang lebar yang terpotong pada jari-jari menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air.


Teratai terdiri dari sekitar 50 spesies yang tersebar dari wilayah tropis hingga daerah subtropis seluruh dunia. Teratai yang tumbuh di daerah tropis berasal dari Mesir. Teratai masih satu suku dengan genus Nuphar yang perbedaannya terletak pada besar daun mahkota.

Bunga Teratai memiliki daun mahkota yang lebih besar dari daun kelopak, sedangkan genus Nuphar memiliki daun mahkota yang lebih kecil daripada daun kelopak. Pematangan buah Teratai terjadi di bawah permukaan air, berbeda dengan pematangan buah dari genus Nuphar yang terjadi di atas permukaan air.

Motif hias Teratai terpahat di relief Candi Borobudur yang pada umumnya dipahatkan mencakup daun, batang, dan bunga yang tumbuh didalam air.


Relief Bunga Teratai di Candi Borobudur

BUNGA

adalah alat reproduksi seksual pada pada tumbuhan berbunga. Bunga memiliki organ reproduksi berupa benang sari dan putik. Bunga berfungsi sebagai tempat berlangsungnya penyerbukan dan pembuahan yang akhirnya akan menghasilkan alat-alat perkembangbiakan.

Pada umumnya bunga mempunyai warna menarik, berbau harum, bentuknya bermacam-macam, dan biasanya mengandung madu. Adapun bagian-bagian bunga selain putik dan benang sari adalah tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga dan lain-lain.

Bunga yang dominan dikaitkan dengan Candi Borobudur adalah bunga Teratai. Candi Borobudur diilustrasikan berbentuk sebagai kelopak dan mahkota bunga Teratai.

BODHI

adalah wahyu yang diturunkan kepada sang Buddha, pencerahan atau penerangan. Bodhi juga merupakan pohon religi agama Buddha, oleh karena itu pohon ini memiliki nama ilmiah Ficus religiosa. Pohon ini menjadi tempat berteduh ketika Sang Buddha bersemedi dan akhinya mendapat pencerahan.

Sebagai pohon religi agama Buddha maka pohon ini banyak terpahatkan pada relief Candi Borobudur, serta ditanam hampir pada semua sisi zona 1. Pohon Bodhi memiliki ciri-ciri sebagai berikut: ketinggiannya dapat mencapai 30 meter, diameter batang pohon dapat mencapai 3 meter, daun berbentuk bulat memanjang dengan ujung daun melengkung, relatif tebal dan agak berdaging (sukulen).

Pohon bodhi memiliki buah yang sangat kecil dan mudah terbawa burung dan bintang lain. Buah tersebut akan mudah pecah bila sudah tua sehingga biji-biji bodhi mudah tersebar.


Pohon Bodhi pada relief Candi Borobudur

Shopping Basket