SINGA

Adalah salah satu binatang buas yang menjadi tokoh dalam cerita relief jataka, yang bercerita tentang pelatuk yang baik dan singa yang tidak tahu balas budi. Cerita tersebut terpahatkan di relief Candi Borobudur pada lantai III, lorong I, sisi selatan, pagar langkan bangian atas bidang J panel ke 6, 7, 8 dan 9. Singa jantan juga digambarkan sebagai patung penjaga yang terdapat sepasang pada setiap pintu tangga Candi Borobudur, sekalipun saat ini sudah tidak lengkap. Ciri khas singa jantan adalah memilik rambut surai dan ukuran tubuhnya yang lebih besar dibandingkan dengan singa betina.

PUYUH

Adalah salah satu burung yang menjadi tokoh dalam cerita relief Jataka, yang bercerita tentang burung puyuh dan kebakaran hutan. Cerita tersebut terpahat di Candi Borobudur pada lantai III, lorong I, sisi selatan, pagar langkan bagian atas bidang panel 12. Burung puyuh merupakan unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek.

PELATUK

Adalah salah satu burung yang menjadi tokoh dalam cerita relief jataka, yang bercerita tentang pelatuk yang baik dan singa yang tidak tahu balas budi. Cerita tersebut terpahatkan di relief Candi Borobudur pada lantai III, lorong 1, sisi selatan, pagar langkan bagian atas bidang J panel ke 6, 7, 8, dan 9. Burung pelatuk adalah burung yang memiliki kebiasaan mematuk batang pohon untuk mencari serangga dan menggali rongga untuk membuat sarang. Pelatuk memakan serangga, buah, biji-bijian dan kacang-kacangan. Burung pelatuk merupakan burung yang kuat, paruh runcingnya bertindak baik sebagai pahat dan linggis untuk menghilangkan kulit pohon dan menemukan serangga yang bersembunyi. Pelatuk memiliki lidah yang sangat panjang, hingga empat inci dengan zat seperti lem di ujungnya, yang digunakan untuk menangkap serangga.

HEWAN

Adalah fauna baik yang hidup secara liar di alam ataupun dipelihara. Pada Candi Borobudur terdapat relief yang menggambarkan puluhan jenis hewan antara lain anjing, kucing, musang, gajah, tikus, kuda, babi, sapi, kijang, domba, kera, serta jenis unggas (ayam, merak, merpati, elang, angsa, dan betet).

GAJAH

Adalah salah satu hewan terbesar di dunia. Hewan ini berasal dari Afrika. Gajah memiliki tubuh besar, warna kulitnya abu-abu. Ia memiliki empat kaki, yang sangat besar dan sangat kuat. Gajah memiliki dua telinga lebar serta miliki dua mata yang berwarna hitam dan kecil, memiliki hidung yang panjang yang disebut belalai. Gajah memiliki dua gigi taring yang panjang dan lancip, yang dikenal dengan nama gading. Gading, belalai dan kaki gajah dapat menjadi senjata untuk membela diri dari hewan lain. Namun gajah memiliki ekor pendek. Binatang gajah ini banyak terpahatkan pada relief Candi Borobudur, sebagai penjelmaan Bodhisatwa dalam cerita Jataka, dan sebagai alat transportasi.

GAGAK

Adalah anggota burung pengicau (passeriformes) yang termasuk dalam marga corvus, suku corvidae. Hampir semua jenis burung ini berukuran relatif besar, memiliki bulu berwarna hitam, suaranya serak dan nyaring. Burung gagak mudah ditemukan di seluruh benua dan kepulauan, kecuali di Amerika Selatan. Burung gagak terpahatkan pada relief Candi Borobudur pada cerita Jataka yang bercerita tentang seorang brahmana, kepiting, ular dan burung gagak.

FABEL

Adalah cerita tentang kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Cerita fabel juga sering disebut cerita moral karena pesan yang berkaitan dengan moral. Cerita seperti ini tergambarkan pada Candi Borobudur dan terdapat pada relief Jataka.