EPOKSI RESIN

adalah bahan polimer yang memiliki sifat adhesive, yang terdiri atas resin dan hardener (pengeras). Resin terdiri dari monomer atau polimer rantai pendek dengan kelompok epokida di kedua ujungnya. Epoksi resin bersifat thermosetting, artinya material ini menjadi keras secara permanen setelah resin dan hardener dicampur, dan tidak akan menjadi lunak kembali dengan pemanasan maupun penambahan pelarut.


Pada waktu pemugaran tahap II Candi Borobudur tahun 1973-1983, epoksi resin dominan digunakan untuk penyambungan batu yang pecah dan digunakan untuk mengisi celah retakan. Namun saat ini penggunaan epoksi resin dibatasi karena epoksi resin bersifat tidak non-reversible (tidak dapat balik) dan lebih kuat dari batu yang disambung.


Struktur kimia senyawa polimer epoksi

EDTA

adalah singkatan dari etilen diamin tetra asetat. EDTA merupakan suatu asam amino polikarboksilat dan tidak berwarna, zat padat yang larut dalam air. EDTA berperan sebagai ligan heksadentat dan zat pengkhelat, yaitu kemampuannya menjadi sequester ion logam. EDTA merupakan senyawa kompleks khelat yang dapat digunakan untuk mengikat kation logam bervalensi dua seperti Ca2+ dan Mg2+ dan bervalensi tiga seperti Fe3+, yang akan membentuk kompleks dengan logam-logam tersebut melalui empat gugus karboksil dan dua gugus amina. EDTA membentuk kompleks kuat dengan Mn (II), Cu (II), Fe (III), dan Co (III) Setelah diikat oleh EDTA, ion logam tetap sebagai larutan tetapi menunjukkan reaktivitas yang berkurang. EDTA menjadi salah satu bahan penelitian dalam rangka penangan endapan garam pada dinding Candi Borobudur.

COATING

atau Ion Sputter adalah salah satu syarat utama agar sampel bisa diamati dengan SEM (Scanning Electron Microscope) karena sampel memiliki sifat konduktif (menghantarkan listrik). Untuk sampel yang bersifat isolator maka harus dilapisi atau dicoating terlebih dahulu dengan menggunakan emas.

Pelapisan ini menggunakan metode ion sputter dimana emas berfungsi sebagai katoda dan dilakukan di dalam ruang vakum. Bila diberi tegangan DC diantara elektroda maka molekul udara bertekanan rendah yang tersisa akan terpisah menjadi ion positif dan elektron sehingga membentuk plasma dan menimbulkan fenomena glow discharge.

Ion positif kemudian akan tertarik ke katoda dan elektron ke anoda. Ketika ion positif menabrak permukaan katoda, maka material permukaan katoda (emas) akan terhambur keluar dalam bentuk partikel-partikel. Partikel-partikel emas ini kemudian akan menempel pada sampel yang diletakkan di dekat katoda. Semakin lama proses ini berlangsung, maka akan semakin tebal emas yang menempel pada sampel.

BUBUR KERTAS

adalah kertas yang telah dihancurkan dan direndam dengan air sekurang-kurangnya 24 jam. Bubur kertas ini dapat digunakan untuk membersihkan endapan garam pada batu candi. Biasanya bubur kertas yang digunakan dalam kegiatan konservasi berasal dari kertas tissue yang kemudian ditempelkan pada bagian dinding candi.


Bubur kertas

BATUAN BEKU

adalah batuan yang terbentuk langsung dari pembekuan magma. Magma adalah zat cair-liat-pijar yang merupakan senyawa silikat dan ada dibawah kondisi tekanan dan suhu tinggi di dalam tubuh bumi. Batuan beku yang menyusun Candi Bodobudur berjenis andesit.

Shopping Basket