PLASTIK SAMPEL

Adalah wadah dari plastik yang digunakan untuk menyimpan sampel sebelum dibawa ke laboratorium. Plastik sampel dipakai untuk menyimpan sampel batu, hasil pelapukan maupun agen yang menyebabkan pelapukan pada batu Candi Borobudur sebelum dilakukan analisis di laboratorium.

PIROKSEN

Adalah sebuah kelompok mineral inosilikat yang banyak ditemukan pada batuan beku dan batuan metamorf. Strukturnya terdiri dari rantai tunggal silika tetrahedral dan mengkristal monoklinik. Pada andesit penyusun Candi Borobudur, selain plagioklas yang merupakan komposisi utama, piroksen juga merupakan mineral yang banyak dijumpai.

PERUNGGU

Adalah logam paduan tembaga dan timah putih, disebut juga gangsa. Perunggu selain berupa paduan tembaga dan timah, juga mengandung unsur lain dalam jumlah kecil, yaitu fosfor, mangan, alumunium, atau silikon. Perunggu bersifat keras dan digunakan secara luas dalam industri. Perunggu sangat penting pada masa lampau, bahkan pernah suatu masa disebut sebagai Zaman Perunggu. Ditemukannya perunggu membuat manusia bisa menciptakan benda-benda perunggu yang lebih baik daripada segala benda yang diciptakan pada zaman sebelumnya. Alat-alat, senjata, dan material bangunan lainnya yang dibuat dari perunggu bisa lebih keras dan lebih tahan daripada peralatan sebelumnya yang terbuat dari batu dan tembaga.

Alat-alat yang terbuat dari perunggu juga ditemukan di sekitar Candi Borobudur pada saat kegiatan penelitian dan penataan lingkungan. Benda perunggu tersebut diduga merupakan alat-alat yang digunakan pada saat pemanfaatan Candi Borobudur di masa lampau.

PEREKAT

Adalah bahan alam atau sintetik yang digunakan untuk melakukan perekatan. Perekat benda sering disebut lem (glue) sedangkan pada bangunan permanen disebut semen (mortar). Pada bagian selasar dan plateu Candi Borobudur digunakan perekat mortar ini untuk mengisi nat antar batu.

PERAK

Adalah logam berwarna putih mengkilap (dalam keadaan murni) yg lunak dan lentur sehingga mudah ditempa. Secara kimia disebut unsur argentum, dalam tabel periodik memiliki lambang Ag dan nomor atom 47. Perak memiliki konduktivitas listrik dan panas tertinggi di seluruh logam dan terdapat di alam dalam bentuk mineral dan dalam bentuk bebas. Keunggulan perak dalam keindahan dan kemudahan dibentuk membuat logam ini banyak dipergunakan sejak jaman dahulu hingga sekarang. Tidak heran jika banyak cagar budaya yang terbuat dari bahan perak. Logam ini digunakan dalam koin, perhiasan, peralatan meja, dan fotografi. Perak termasuk logam mulia seperti emas. Perak termasuk logam mulia karena tidak mengalami proses korosif, namun perak bisa mengalami proses oksidasi. Proses oksidasi pada perak mengakibatkan lapisan kehitaman dan timbulnya karat pada logam tersebut, beda hal-nya dengan proses korosi.

PENYULINGAN = DISTILASI

Adalah adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Penyulingan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan minyak atsiri yang selanjutnya dapat digunakan dalam konservasi cagar budaya, termasuk Candi Borobudur.

PELARUT

Adalah benda cair atau gas yang digunakan untuk melarutkan benda padat, cair, atau gas sehingga menghasilkan suatu larutan.

Pelarut yang mengandung karbon, molekul-molekulnya bersifat nonpolar, umumnya dapat melarutkan senyawa kovalen nonpolar (terutama senyawa organik) disebut juga pelarut organik atau pelarut nonpolar. Contoh: eter, benzen, bensin, CCl4. Pelarut yang molekul-molekulnya bersifat polar, umumnya dapat melarutkan senyawa-senyawa ion dan kovalen polar. Contohnya air, metanol, amoniak. Xylol merupakan salah satu jenis pelarut yang digunakan untuk menghilangkan noda cat akibat vandalisme yang menempel pada batuan Candi Borobudur.

PELAPUKAN

Adalah perubahan material cagar budaya baik sifat fisik (desintegrasi) maupun kimiawinya (dekomposisi), yang diikuti dengan gejala kerapuhan atau pembusukan. Pelapukan merupakan proses degradasi material cagar budaya yang ditunjukan dengan berkurangnya ketahanan, meningkatnya kerapuhan, hilangnya material yang bisanya dimulai dari luar ke dalam, yang disebabkan oleh proses fisik, kimia dan biologis. Jenis pelapukan yang terjadi pada Candi Borobudur berupa keausan batu, pengaraman, pengelupasan, dan sebagainya.

PASTA

Adalah keadaan suatu bahan atau benda yang memiliki wujud fasa antara fasa padat dan fasa cair. Misalnya Pasta AC 322 digunakan sebagai bahan untuk membersihkan lichen (jamur kerak) pada batuan Candi Borobudur. Pasta dari Jeruk nipis dan natrium bikarbonat digunakan untuk membersihkan korosi pada benda logam.