VISKOSITAS

Adalah suatu besaran yang menunjukkan resistansi atau ketahanan suatu fluida untuk mengalir. Di Balai Konservasi Borobudur, uji viskositas dilakukan pada bahan kimia yang akan digunakan sebagai bahan konservan. Semakin besar viskositasnya, maka bahan tersebut akan semakin sulit diserap oleh batu atau material lainnya.

SURFAKTAN = PENGAKTIF PERMUKAAN

Adalah bahan atau zat yang dapat meningkatkan sifat rambatan suatu cairan pada suatu objek. Sifat bahan seperti ini dapat digunakan untuk menurunkan tegangan permukaan suatu cairan yang digunakan untuk mencuci. Contoh surfaktan di rumah tangga adalah sabun dan detergen.

Salah satu jenis surfaktan yaitu tween 80, digunakan untuk meningkatkan sifat rambat minyak atsiri cengkeh, nilam, temulawak dalam pengenceran menggunakan pelarut air. Surfaktan tween 80 digunakan dalam kajian minyak atsiri untuk konservasi cagar budya berbahan batu khususnya terhadap mikroorganisme lichen atau jamur kerak pada batu Candi Borobudur.

SILIKA GEL

Adalah suatu bentuk dari silika yang dihasilkan melalui penggumpulan sol natrium silikat. Sol mirip agar-agar ini dapat didehidrasi (melalui pengeringan) sehingga berubah menjadi padatan atau butiran “mirip kaca” yang bersifat tak elastis. Silika gel dapat dimanfaatkan sebagai zat penyerap atau pengering dan penopang katalis. Silika gel berwarna biru ketika kering, apabila sudah jenuh dalam menyerap kelembapan maka akan berubah warna menjadi merah muda atau pink. Silika gel dapat berubah warna kembali dari merah muda menjadi biru dengan cara pemanasan dalam oven, sehingga dapat digunakan kembali. Silika gel merupakan salah satu bahan yang digunakan untuk mendukung kegiatan pengujian material di laboratorium. Biasa digunakan untuk menyerap kelembaban sampel setelah dilakukan destruksi kering sampel menggunakan Muffle Furnace.

SAYATAN TIPIS BATUAN

Adalah suatu metode pengamatan batuan atau mineral, dengan cara membentuk dan menipiskan batuan sedemikian rupa (biasanya ketebalan 0,035 mm) sehingga dapat dijadikan preparat untuk penelitian menggunakan mikroskop. Fungsi utama dari sayatan tipis batuan ini adalah untuk melakukan analisis dan identifikasi mineral baik ada dalam batuan. Untuk mengidentifikasi mineral yang ada pada batu Candi Borobudur perlu dibuat sayatan tipis dan diamati dengan mikroskop polarisasi.

POTATOES DEXTROSE AGAR (PDA)

Adalah medium yang digunakan untuk menumbuhkan jamur atau kapang dan yeast secara in vitro. Komposisi medium ini biasanya terdiri dari ekstrak kentang dan glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri. Medium PDA digunakan untuk menumbuhkan jamur yang ada pada batuan Candi Borobudur dan pada kayu cagar budaya untuk selanjutnya jamur tersebut diidentifikasi jenisnya.

POROSITAS

Merupakan suatu besaran yang menunjukkan jumlah pori-pori yang ada di dalam batu. Porositas dinyatakan dalam persentase dan merupakan perbandingan dari volume total pori-pori yang dimiliki suatu benda terhadap volume keseluruhan benda tersebut. Porositas merupakan salah satu sifat fisik batu yang sangat berpengaruh terhadap kekuatan batu tersebut. Bila suatu batu memiliki porositas yang lebih rendah dibanding batu sejenisnya, maka batu tersebut akan memiliki kuat tekan yang lebih besar, namun batu tersebut akan lebih susah untuk dipotong, dipahat atau dibentuk.