BINGKAI

Merupakan pembatas yang digunakan untuk membedakan suatu bidang permukaan dengan bidang permukaan lain, atau rangka yang dipasang mengelilingi suatu benda dan berfungsi sebagai penguat.

Bingkai dapat berupa susunan kayu atau batu, bisa pula merupakan pahatan, goresan, atau garis yang membatasi suatu permukaan. Pada bangunan candi, pengertian bingkai dapat dihubungkan dengan bentuk batu-batu atau bata yang tersusun menjadi bagian kaki.

Setiap bingkai dapat memiliki bentuk berbeda dalam susunan itu sehingga secara keseluruhan akan membentuk profil kaki candi.

BETON BERTULANG

adalah beton yang diperkuat dengan tulangan, didesain sebagai dua material berbeda yang dapat bekerja bersama untuk menahan gaya yang bekerja padanya.

Perkuatan struktur lantai pada Pemugaran Candi Borobudur II (1973-1983) oleh Pemerintah RI dan UNESCO dilakukan dengan membuat beton bertulang ini pada masing-masing lantai.


Proses pembuatan beton bertulang pada pemugaran tahap II

BETON

adalah suatu material komposit yang terdiri dari campuran beberapa bahan batu-batuan yang direkatkan oleh bahan-ikat, yaitu dibentuk dari agregat campuran (halus dan kasar) dan ditambah dengan pasta semen (semen +air) sebagai bahan pengikat. Material komposit diaplikasikan untuk perkuatan struktur lantai Candi Borobudur yang dibuat pada masa Pemugaran ke II (1973-1983).

Pada pemugaran kedua Candi Borobudur, dilakukan perkuatan konstruksi dengan memasang pelat beton (concrete slab) di bagian bawah kelima lantai lorong lantai lorong candi yang strukturnya menyatu dengan bangunan candi sehingga tidak tampak dari luar.

Pemasangan pelat beton ini bertujuan untuk memperkuat titik-titik lemah di dalam tumpukan batu, meratakan beban yang tidak sama, dan penanggulangan terhadap kapilarisasi air.


Proses pembuatan beton pada pemugaran tahap II

Shopping Basket