RELUNG

Adalah ceruk atau rongga pada tubuh candi yang menjorok ke dalam. Di Candi Borobudur relung terdapat pada bagian pagar langkan tampak luar sebagai tempat untuk meletakkan arca. Di Candi Borobudur relung berisi arca – arca Buddha dengan penggambaran yang berbeda – beda. Jumlah arca pada relung – relung tingkat Rupadhatu berjumlah 276 buah (92 buah x 3 tingkat lorong).

RELIEF

Adalah gambar timbul (pada candi dan sebagainya); pahatan yang menampilkan perbedaan bentuk dan gambar dari permukaan rata di sekitarnya.

Pada Candi Borobudur terdapat sekitar 1.460 adegan pada relief yang dipahatan di dinding candi. Relief-relief di Candi Borobudur yaitu :

  1. Relief Karmawibhangga

Terdapat pada kaki candi (Kamadhatu). Mengungkapkan tentang perbuatan manusia yang mengandung kebajikan maupun kejahatan, serta segala akibat dari perbuatan tersebut.

  1. Relief Lalitavistara

Dipahatkan pada dinding utama tingkat I, menceritakan tentang kehidupan Sang Buddha di Surga Tushita hingga menyampaikan khotbahnya yang pertama di Taman Rusa.

  1. Relief Jataka dan Avadana

Dipahatkan pada dinding utama lorong tingkat I, dan pagar langkan tingkat I dan II. Jataka adalah kisah tentang Boddhisattva yang mengalami kelahiran berulang kali dalam berbagai wujudnya untuk membantu manusia mencapai jalan kebuddhaan. Dalam kisah-kisah itu Sang Boddhisattva baik sebagai manusia maupun hewan selalu mencontohkan kepada kebenaran dan ajaran tentang dharma.

Sedangkan Avadana adalah cerita yang sama dengan Jataka. Hanya saja pelaku utamanya bukan Sang Boddhisattva melainkan tokoh lain atau hewan biasanya yang bukan jelmaan Boddhisattva.

  1. Relief Gandavyuha

Dipahatkan pada dinding utama lorong tingkat II. Melukiskan pengembaraan Sudhana dari satu guru ke guru lain dalam upaya mencapai kebuddhaan.

  1. Relief Bhadracari

Dipahatkan pada dinding utama lorong tingkat III dan IV maupun pada pagar langkan. Melukiskan usaha Sudhana untuk mencapai kebuddhaan berguru pada Boddhisatva Maitreya dan Boddhisatva Samanthabhadra yang akhirnya Sudhana memperoleh pencerahan dengan mencapai kebuddhaan.

RAILING TANGGA

Adalah struktur vertikal, bisa terbuat dari kayu atau besi atau kaca, yang digunakan bersama-sama dengan material lainnya untuk membentuk sebuah pagar. Railing merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris. Railing tangga Candi Borobudur digunakan untuk pegangan oleh pengunjung ketika naik atau turun tangga.

PAGAR LANGKAN = BALUSTRADE

Adalah semacam dinding berketinggian rendah yang dipasang pada tepian tangga, jembatan, selasar, dll.

Pada struktur Candi Borobudur juga dijumpai pagar langkan sebagai anatomi tubuh candi pada lantai III sampai VII. Pagar langkan pada Candi Borobudur berfungsi sebagai pembatas ruang antara lantai atas dan lantai di bawahnya. Hal ini karena pada saat orang berjalan pada lorong Candi Borobudur maka tidak memungkinkan untuk melihat bagian kemuncak stupa maupun kaki candi. Pagar langkan Candi Borobudur terdiri dari struktur batu yang didirikan pada lantai lorong dan dinding candi yang berada pada lantai di bawahnya. Bagian dinding pagar langkan pada kedua sisinya terdapat pahatan relief simbolis maupun relief cerita. Dinding pagar langkan bagian luar (pagar langkan I) berisi relief simbolis dengan motif pahatan dewa-dewa Buddha, sedangkan pada bagian dalam setiap pagar langkan berisi relief cerita. Pada bagian atas pagar langkan berisi relung arca yang berisi arca Dhyani Buddha sesuai dengan arah mata angin. Pada kemuncak pagar langkan I Candi Borobudur dijumpai hiasan kemuncak berbentuk keben. Sedangkan pada pagar langkan II hingga V dijumpai ornamen berbentuk stupa dengan ukuran kecil. Ornamen hias arsitektural berupa antefik yang berpola dasar segitiga dengan motif hias tumbuhan yang distilir/disamarkan juga dijumpai pada bagian kemuncak pagar langkan. Antefik tersebut berfungsi menampil kesan ramping pada sruktur percandian yang terkesan tambun atau gemuk yang diakibatkan garis mendatar pada anatomi candi. Salah satu fungsi utama pagar langkan adalah untuk menempatkan arca Buddha pada sisi luar dan relief cerita pada sisi dalamnya. Seperti halnya candi secara keseluruhan, arsitektur pagar langkan secara vertikal juga dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu kaki, tubuh, dan atap.

Pagar langkan, lorong, dan dinding Candi Borobudur

Relung arca dan kemuncak pagar langkan Candi Borobudur

ORNAMEN

adalah komponen produk seni yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan sebagai hiasan. Jadi, berdasarkan pengertian itu, ornamen merupakan penerapan hiasan pada suatu produk. Dari segi tampilan bentuknya, suatu ornamen dapat diungkapkan secara naturalistik, stilisasi dekoratif, geometrik atau abstrak.

Bermacam bentuk ornamen sesungguhnya memiliki beberapa fungsi, yakni:

  1. fungsi murni estetis. Fungsi murni estetis merupakan fungsi ornamen untuk memperindah penampilan bentuk produk yang dihiasi. Tidak jarang sebuah produk kerajinan atau kriya yang karena nilai estetisnya kemudian kemudian menjadi benda estetis untuk benda pajangan dan bukan untuk memenuhi fungsi praktisnya.
  2. fungsi simbolis. Fungsi simbolis ornamen pada umumnya terdapat pada produk-produk benda upacara atau benda-benda pusaka terkait dengan kepercayaan, dimaksudkan sebagai bentuk perlambangan. Motif kala pada gerbang candi merupakan gambaran muka raksasa atau banaspati sebagai simbol penolak bala.
  3. fungsi teknis konstruktif. Fungsi teknis-konstruksi ornamen secara struktural dimaksudkan untuk menyangga, menopang, menghubungkan atau memper-kokoh konstruksi.

Tiang, talang air, dan bumbungan atap pada karya arsitektur ada kalanya didesain dalam bentuk ornamen, yang tidak saja memperindah penampilan karena fungsi hiasnya, melainkan juga berfungsi konstruksi.

Shopping Basket