TURBIDITY METER

Adalah salah satu alat umum yang biasa digunakan untuk keperluan analisa kekeruhan air atau larutan.Turbidity meter merupakan alat pengujian kekeruan dengan sifat optik akibat dispersi sinar dan dapat dinyatakan sebagai perbandingan cahaya yang dipantulkan terhadap cahaya yang datang. Dalam monitoring geohidrologi Candi Borobudur turbidity meter digunakan untuk mengukur kekeruhan air yang keluar melewati lapisan penyaring (filter layer).

TOWER CRANE = DEREK MENARA

Adalah sebuah mesin yang digunakan untuk mengangkat benda secara vertikal (bawah ke atas atau atas ke bawah) dan horizontal. Mesin ini dilengkapi dengan kawat atau rantai yang digerakkan dengan banyak katrol atau puli sehingga memberikan keuntungan mekanis melebihi yang bisa dilakukan manusia. Pada saat pemugaran Candi Borobudur, diperlukan alat untuk memindahkan batu-batu candi yang cukup berat. Jika menggunakan tenaga manusia, pekerjaan ini sulit dan memakan waktu yang lama. Tower crane sangat membantu untuk mengangkat batu-batu dari atas candi, selanjutnya menurunkan dan memindahkan ke lokasi lain untuk dilakukan treatmen. Demikian pula sebaliknya, untuk mengembalikan batu setelah treatmen ke lokasi semula di atas Candi Borobudur.

TIMBANGAN = NERACA ; DACIN

Adalah alat yang dipakai melakukan pengukuran massa suatu benda. Timbangan dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori berdasarkan klasifikasinya. Jika dilihat dari cara kerjanya, jenis timbangan dapat dibedakan atas:

  • Timbangan Manual, yaitu jenis timbangan yang bekerja secara mekanis dengan sistem pegas. Biasanya jenis timbangan ini menggunakan indikator berupa jarum sebagai penunjuk ukuran massa yang telah terskala.
  • Timbangan Digital, yaitu jenis timbangan yang bekerja secara elektronis dengan tenaga listrik. Umumnya timbangan ini menggunakan arus lemah dan indikatornya berupa angka digital pada layar bacaan.

THERMOHYGROGRAPH

Adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembapan udara. Alat ini dugunakan untuk monitoring mikroklimatologi lingkungan Candi Borobudur sebagai salah satu upaya pelestarian dari sisi lingkungan mikronya. Fungsinya untuk mengetahui fluktuasi suhu dan kelembaban udara sekitar Candi Borobudur.

THEODOLITE

Adalah alat atau instrumen yang digunakan untuk mengukur sudut, baik sudut horizontal maupun sudut vertikal (ilmu geodesi). Alat ini dilengkapi dengan kompas, statif atau kaki tiga yang digunakan untuk menempatkan theodolite, serta dilengkapi rambu ukur sehingga dapat juga untuk mengukur jarak (pengukuran jarak optik). Alat ini digunakan dalam pekerjaan teknik sipil seperti pembuatan bloupank pada bangunan gedung, jembatan, bendungan, jalan, pelabuhan, dan lain sebagainya. Pada pemugaran Candi Borobudur alat ini digunakan untuk mengukur kedudukan dinding candi sebelum dibongkar dan mengukur kembali kedudukan dinding candi ke tempat yang baru atau kedudukan asli, serta digunakan untuk menentukan batas-batas beton bertulang yang terletak di bawah dinding candi. Untuk saat ini theodolite masih digunakan untuk mengukur poligon yang menentukan apabila ada pergeseran pada struktur Candi Borobudur. Selain itu theodolitedigunakan untuk membuat peta topografi dengan skala besar (1:1.000 hingga 1:5.000) yang disebut sebagai peta situasi.

Pada penelitian arkeologi, theodolite digunakan untuk membuat kotak ekskavasi. Pada penelitian arkeologi penggunaan theodolite sangat penting untuk membuat peta situasi situs, membuat datum point primer yang menentukan lokasi dan nama kotak ekskavasi yang akan di gali. Alat ini juga dapat digunakan untuk melakukan penggambaran temuan artefak, ekofak, maupun fitur di lapangan.

TERMOMETER INFRAMERAH

Adalah sebuah alat ukur suhu yang dapat mengukur temperatur atau suhu tanpa bersentuhan dengan obyek yang akan diukur. Termometer inframerah menawarkan kemampuan untuk mendeteksi temperatur secara optik selama objek diamati, radiasi energi sinar inframerah diukur, dan disajikan sebagai suhu.Termometer ini menawarkan metode pengukuran suhu yang cepat dan akurat dengan objek dari kejauhan. Nama lainnya adalah termometer laser. Pada penelitian batu Candi Borobudur termometer inframerah biasa digunakan untuk mengukur suhu batu karena batu Candi Borobudur meskipun semuanya berjenis andesit tetapi memiliki karakteristik berbeda-beda yang salah satunya adalah kemampuan menyerap panas matahari.

TERMOMETER

Adalah alat yang digunakan untuk mengukur suhu suatu objek atau benda. Jenis termometer bergantung pada kemudahan gejala sifat fisik obyek itu diukur dengan berubahnya suhu, dikenal dengan termometer raksa, termometer alkohol, termometer gas, dan termometer tahanan. Termometer digunakan dalam menunjang kegiatan di laboratorium, antara lain untuk mengukur suhu larutan dalam analisis material maupun bahan konservan Candi Borobudur maupun cagar budaya lainnya. Termometer IR digunakan untuk mengukur suhu permukaan batu penyusun Candi Borobudur.

TENDA

Adalah alat atau sarana untuk berteduh tidak permanen yang terdiri dari tiang penyangga yang terbuat dari kayu, bambu, atau besi dengan penutup dari terpal. Tenda ini juga digunakan atau didirikan di atas Candi Borobudur ketika sedang dilakukan perbaikan candi seperti penanganan kebocoran, yang berfungsi untuk menaungi pekerja dan peralatan dari panas dan hujan.

TARPAULIN

Adalah bahan sejenis terpal yang tahan air yang dipergunakan untuk menutup Candi Borobudur saat terjadi hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi. Pada saat bencana Gunungapi Merapi tahun 2010, Candi Borobudur terkena dampaknya juga dengan adanya abu vulkanik yang menutupi hampir semua permukaan Candi Borobudur. Setelah dilakukan proses pembersihan sementara, stupa-stupa Candi Borobudur ditutup dengan plastik lebar untuk mengurangi hujan abu vulkanik masuk ke dalam celah batu. Merujuk hal tersebut setelah kejadian bencana gunung api, Balai Konservasi Borobudur segera melakukan pengadaan cover penutup stupa berupa kain terpal lebar seperti penutup mobil dengan kualitas tebal yang disebut dengan tarpaulin untuk sarana mitigasi bencana.

TAMBUR

Adalah alat bunyi-bunyian terbuat dari logam, bambu, atau kayu berbentuk silindrik, dengan satu atau kedua ujungnya tertutup membran sebagai bidang pukul. Tambur dapat dikelompokkan menurut jenisnya menjadi gendang, rebana, dan genderang. Gendang memiliki badan memanjang dengan salah satu atau kedua ujungnya tertutup membran; ditabuh dengan tangan atau dengan bantuan tongkat pemukul, pada umumnya digunakan dalam posisi terbaring. Sejenis gendang yang berukuran besar disebut bedug. Tambur besar ini dapat ditemukan pada masjid. Kelenteng memiliki tambur serupa, tetapi tidak pernah disebut bedug. Semua tambur jenis rebana hanya memiliki satu bidang pukul, badannya berbentuk lingkaran, dan digunakan dalam posisi tegak. Oleh karena ukurannya relatif kecil, rebana dapat dipegang dengan tangan, atau diletakkan di atas pangkuan dengan cara memeluknya. Tambur jenis genderang hampir selalu diletakkan dalam posisi berdiri. Badannya dibuat meninggi dengan satu atau kedua ujungnya tertutup membran. Genderang, seperti juga gendang, ditabuh dengan menggunakan tangan maupun tongkat pemukul. Sejenis genderang logam kuno yang terbuat dari perunggu disebut nekara. Tambur juga terdapat pada relief Candi Borobudur.

Shopping Basket