ANGKUR

adalah suatu batang keras yang terbuat dari logam atau bahan lainnya yang berfungsi mengukuhkan sambungan antara dua benda yang disatukan. Penggunaan angkur banyak dilakukan pada penyambungan batu dengan ukuran yang cukup besar, misalnya pada penyambungan leher arca yang patah. Tanpa adanya angkur, sambungan dapat lepas kembali karena perekat yang digunakan tidak cukup kuat dalam jangka panjang. Pemasangan angkur dilakukan dengan membuat lubang bor pada bagian tengah dari kedua bidang yang disatukan, kemudian angkur dimasukkan ke dalamnya. Posisi kedalaman angkur diatur agar terbagi secara proporsional pada kedua benda yang disambung, angkur pada lubang bor direkatkan dengan perekat yang sesuai. Bahan angkur umumnya dari logam yang tidak mudah berkarat, misalnya kuningan atau stainless steel. Saat ini berkembang angkur modern yang terbuat dari bahan polimer (fiber). Ukuran angkur disesuaikan dengan ukuran benda yang akan disambung, mulai dari diameter beberapa milimeter hingga mencapai 3 cm.

Di Candi Borobudur, angkur terutama digunakan pada penyambungan batu. Balok batu yang pecah dilekatkan kembali dengan perekat menggunakan angkur sebagai penguat. Penguat angkur sangat diperlukan karena balok batu yang terpasang di Candi Borobudur saling menopang dan mengkait satu sama lain, sehingga memerlukan kekuatan agar tidak pecah kembali.


Pemasangan angkur pada proses penyambungan kepala arca

ANEMOMETER

adalah alat yang berfungsi untuk mengukur kecepatan angin di suatu tempat secara otomatis dengan satuan meter per detik. Alat ini merupakan salah satu alat yang ada di stasiun klimatologi Candi Borobudur dan berguna untuk monitoring mikroklimatologi lingkungan Candi Borobudur sebagai data kecepatan angin untuk mendukung pelestarian dari sisi lingkungan mikronya.

ANAK PANAH

adalah senjata penusuk yang dilontarkan dengan busur panah. Anak panah terbuat dari tangkai kayu, rotan, atau bambu berujung runcing. Anak panah terdiri atas tiga bagian, yaitu mata panah, tangkai panah, dan sirip. Tidak semua anak panah memiliki tiga komponen ini, misalnya ada jenis anak panah dari kayu atau rotan yang ujungnya ditajamkan sebagai pengganti mata panah. Mata panah bisa terbuat dari batu, kayu, tulang, atau logam. Selain meruncing, sisi-sisinya sering dibuat tajam agar memudahkan penetrasi ke bidang sasaran.

Alat untuk melontarkan anak panah disebut busur panah, umumnya terbuat dari bahan kayu atau bambu. Salah satu penggambaran anak panah dan busur panah ada pada relief Lalitavistara.

AMPLAS

adalah sejenis kertas yang digunakan untuk membuat permukaan benda-benda menjadi lebih halus dengan cara menggosokkan salah satu permukaan amplas yang telah ditambahkan bahan yang kasar kepada permukaan benda tersebut. Halus dan kasarnya kertas amplas ditunjukkan oleh angka yang tercantum dibalik kertas amplas tersebut. Semakin besar angka yang tertulis menunjukkan semakin halus dan rapat susunan pasir amplas tersebut.

Amplas digunakan juga untuk menghaluskan permukaan sambungan batu yang telah dikamuflase supaya terlihat rata atau halus. Di Candi Borobudur dalam penyambungan batu candi yang patah, untuk mendapatkah hasil yang rata atau halus pada sambungan yang dikamuflase digosok dengan menggunakan amplas.

ACCELEROGRAPH

Merupakan alat yang berfungsi untuk mengukur getaran tanah/lantai yang ada di candi Borobudur. Alat ini menampilkan data getaran dalam rupa grafik akselerasi getaran terhadap waktu. Dengan bantuan software, data tersebut dapat diubah ke dalam bentuk grafik kecepatan getaran terhadap waktu, perpindahan terhadap waktu, serta frekuensi getaran terhadap waktu sehingga bisa dianalisa lebih lanjut. Getaran yang mampu ditangkap alat ini meliputi getaran gempa, getaran akibat pijakan kaki di batu candi, getaran akibat terkena suara, serta berbagai macam getaran lainnya.

Shopping Basket