BEJANA

adalah wadah yang berfungsi sebagai tempat menyimpan atau menampung sesuatu. Bejana umumnya berbentuk silinder, lingkar mulutnya sama atau mendekati sama dengan lingkar bagian dasar, benda berongga yang dapat diisi dengan cairan atau serbuk dan digunakan sebagai wadah; bak (tempat air); tabung; bajan; jambang.

Pada relief Candi Borobudur banyak tergambarkan wadah dengan bentuk bejana.

BATANG L

atau spreader adalah alat yang berfungsi untuk menyebarkan cairan dipermukaan medium agar, supaya bakteri yang tersuspensi dalam cairan tersebut tersebar merata. Batang L digunakan untuk meratakan medium agar yang tersuspensi dalam cairan pada proses pembiakan bakteri maupun jamur pada batu Candi Borobudur maupun cagar budaya lainnya dalam skala laboratorium.

BASE TRANSCEIVER STATION

atau BTS adalah sebuah infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara piranti komunikasi dan jaringan operator. Piranti komunikasi penerima sinyal BTS bisa telepon, telepon seluler, jaringan nirkabel sementara operator jaringan yaitu GSM, CDMA, atau platform TDMA.

Menara telekomunikasi yang berada di sekitar Candi Borobudur yang mengganggu visualisasi dari atas candi merusak integritas visual lansekap Satuan Ruang Geografis Borobudur yang berada di Zona III, Zona IV, dan Zona V.


Contoh kamuflase menara BTS untuk mengurangi polusi visual

BAK KONTROL

Merupakan bak berlubang lengkap dengan tutup di atasnya yang umumnya perlu ditempatkan pada saluran drainase. Selain itu bak kontrol juga perlu ditempatkan jika ada perubahan ukuran saluran dan perubahan kemiringan saluran. Bak kontrol terdapat pada saluran drainase Candi Borobudur.

Fungsi dari bak kontrol ini adalah untuk untuk mempermudah perawatan dan mencegah terjadinya sumbatan pada saluran drainase. Selain itu jika terdapat endapan kotoran, akan dapat dikontrol dan dibersihkan dengan mudah.

AYAKAN BERTINGKAT

adalah alat yang dipakai untuk mengelompokkan butiran, yang akan dipisahkan menjadi beberapa kelompok. Dengan demikian dapat dipisahkan anatara partikel lolos ayakan dan yang tertinggal di ayakan. Ukuran butiran tertentu yang masih dapat melintasi ayakan dinyatakan sebagai butiran batas.

Ayakan bertingkat yang dimiliki Balai Konservasi Borobudur memiliki 8 tingkat ukuran masing-masing 4 mm, 2 mm, 1 mm, 0,5 mm, 0,25 mm, 0,125 mm, 0,063 mm, 0,045 mm. Ayakan bertingkat ini biasa dipakai untuk memisahkan butiran pasir untuk pembuatan mortar maupun untuk mengetahui persebaran ukuran butir tanah.

AUTOTITRATOR

adalah alat yang mampu melakukan hampir semua analisis titrasi volumetri seperti asidi alkali, argentometri, kompleksiometri, dan reaksi redoks secara otomatis menggunakan pengontrol berupa mikroprosesor. Prinsip dari autotitrator menggunakan prinsip potensiometri, pengukuran berdasarkan potensial sel elektrokimia secara otomatis oleh sebuah alat mulai dari penetesan titran, pengaduk dan penentuan titik akhir titrasi termasuk juga perhitungan akhir kadar unsur dalam sampel.


Laboratorium Balai Konservasi Borobudur memiliki alat autotritator untuk mempercepat proses analisis suatu analit dan diperoleh hasil yang tepat dibandingkan dengan metode titrasi konvensional yang menggunakan bantuan indikator dalam menentukan titik akhir titrasi yang ditandai dengan perubahan warna analit. Autotitrator merupakan pengembangan alat yang digunakan untuk memperoleh hasil pengujian yang cepat dan lebih akurat dalam kegiatan pelestarian Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya.


Gambar alat autotirator Balai Konservasi Borobudur

AUTOMATIC WEATHER STATION

Merupakan suatu peralatan atau sistem terpadu yang didisain untuk mengumpulkan data cuaca secara otomatis serta diproses agar pengamatan menjadi lebih mudah. AWS dilengkapi dengan sensor, RTU (Remote Terminal Unit), komputer, unit LED Display dan bagian-bagian lainnya.

Sensor-sensor yang digunakan meliputi sensor temperatur, arah dan kecepatan angin, kelembaban, presipitasi, tekanan udara, pyranometernet radiometer. RTU (Remote Terminal Unit) terdiri atas data logger dan backup power, yang berfungsi sebagai terminal pengumpulan data cuaca dari sensor tersebut dan ditransmisikan ke unit pengumpulan data pada komputer.

Masing-masing parameter cuaca dapat ditampilkan melalui LED (Light Emiting Diode) Display, sehingga para pengguna dapat mengamati cuaca saat itu (present weather) dengan mudah. Di ruang lobi Kantor Balai Konservasi Borobudur dipasang alat AWS milik BMKG Semarang yang digunakan untuk memonitor cuaca di Kawasan Borobudur.

AUTOLEVEL

Merupakan alat utama dalam melakukan leveling survey yang berfungsi untuk menentukan jarak horizontal maupun vertikal suatu titik (stasiun). Agar alat ini dapat digunakan dengan baik, maka diperlukan tripod, yang berfungsi untuk mendudukkan autolevel tersebut serta sebuah rod titik/stasiun yang berfungsi sebagai sasaran yang akan diteropong/dihitung jarak horizontal maupun jarak vertikalnya.


Gambar alat autolevel

AUTOCLAVE

merupakan salah satu alat yang digunakan untuk sterilisasi medium percobaan di laboratorium Balai Konservasi Borobudur. Sistem kerja alat tersebut menggunakan uap air bertekanan. Saat ini alat tersebut sudah dioperasikan secara digital.

Shopping Basket