CORONG

adalah alat yang terbuat dari kaca dan digunakan sebagai alat menampung atau menopang saat memindahkan larutan ke wadah lain agar tidak tumpah. Corong digunakan untuk memisahkan filtrat dan presipitat dalam proses destruksi sampel batu, endapan garam Candi Borobudur sebelum dilakukan analisis unsur material penyusun.

Serta digunakan untuk menampung/memindahkan air hujan, air bak kontrol, air rembesan dan air filter layer Candi Borobudur dari botol sampling ke dalam erlenmeyer sebelum dilakukan analisis kandungan unsur di laboratorium.


Gambar salah satu jenis alat corong

COLONY COUNTER

adalah alat yang berguna untuk mempermudah penghitungan koloni mikroorganisme yang tumbuh pada batuan Candi Borobudur. Alat tersebut dilengkapi dengan skala/kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni yang berjumlah banyak.

Jumlah koloni pada cawan petri dapat ditandai dan dihitung secara otomatis.


Contoh alat Colony Counter

CHILLER

Merupakan suatu alat yang berfungsi sebagai pendingin pada SEM (Scanning Electron Microscope). Chiller tersebut merupakan pendingin berbasis air (akuades) yang mengeluarkan panas dari SEM melalui air yang dialirkan ke dalam pipa yang ada didalam SEM.

Air panas yang keluar dari SEM kemudian didinginkan dengan menggunakan gas freon hingga mencapai suhu tertentu dan dialirkan kembali ke dalam SEM.

CENTRIFUGE

adalah alat yang digunakan untuk memisahkan endapan dari larutan. Centrifuge di laboratorium Balai Konservasi Borobudur digunakan untuk memisahkan algaeatau ganggang dengan jamur dari jamur kerak atau lichen pada permukaan Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya.

Jamur kerak/lichen merupakan hasil simbiosis antara jamur dengan algae sehingga untuk percobaan pengujian skala laboratorium perlu dilakukan pemisahan. Centrifuge juga digunakan untuk pemisahan tanaman dari tanah pada proses analisis pitolit.


Contoh gambar alat centrifuge

CAWAN PLATINA

adalah cawan atau wadah yang terbuat dari platina digunakan sebagai tempat sampel dalam proses destruksi kering. Destruksi kering (pengabuan sampel) dilakukan dengan cara pembakaran sampel dalam muffle furnace.

Cawan platina digunakan karena bahan dasar dari platina tidak ikut bereaksi ketika dilakukan pembakaran pada suhu tinggi. Proses pembakaran sampel biasanya dilakukan pada suhu 9000C. Sampel yang diabukan dalam cawan platina biasanya sampel padat seperti endapan kerak, batu, bata, plester, acian, dan cat.

Cawan platina digunakan untuk menunjang kegiatan analisa laboratorium Balai Konservasi Borobudur dalam proses destruksi sampel untuk pengujian material batu, endapan garam Candi Boobudur dan material cagar budaya lainnya.


Gambar cawan platina

CAMPBELL STOKES

adalah alat yang digunakan untuk mengukur lama penyinaran matahari pada suatu periode tertentu yang dapat dinyatakan dalam satuan waktu (jam) atau persen.

Prinsip kerja dari Campbell stokes ini adalah sinar matahari yang tepat jatuh pada sekeliling permukaan bola kaca pejal akan difokuskan ke atas permukaan kertas pias yang telah dimasukkan dalam celah mangkuk dan meninggalkan jejak bakar sesuai posisi matahari saat itu. Jumlah kumulatif dari jejak titik bakar ini yang disebut sebagai lama penyinaran matahari bersinar dalam satu hari dalam satuan jam atau menit.

Campbell stokes terpasang di Stasiun Klimatologi Balai Konservasi Borobudur, digunakan untuk mendukung pelestarian Candi Borobudur dari segi lingkungan mikro. Data dari lama penyinaran matahari dapat digunakan untuk mengetahui retakan dan perubahan warna zat organik, seperti lichen pada permukaan batu Candi Borobudur akibat penyinaran matahari.


Campbell stokes yang dipasang di Stasiun Klimatologi Balai Konservasi Borobudur

BUSUR

adalah senjata terbuat dari kayu atau logam berbentuk lengkung, ujung-ujungnya dihubungkan dengan tali atau dawai untuk melontarkan anak panah. Busur yang digunakan untuk melontarkan anak panah disebut busur panah. Penggambaran busur terdapat pada relief cerita Candi Borobudur.

BURET

adalah alat yang terbuat dari kaca, digunakan untuk menampung larutan yang digunakan sebagai titran pada proses titrasi. Buret memiliki ukuran bervariasi antara lain 10 ml, 20 ml, dan 25 ml. Skala pada buret bervariasi mulai 0,01 – 0,02 ml.

Buret digunakan untuk menampung larutan standar dalam proses analisis kalsium, magneisum, besi, sulfat dan aluminium material batu, endapan garam, mortar Candi Borobudur dan cagar budaya lainnya menggunakan metode titrimetri.


Salah satu contoh jenis Buret

BOTOL SEMPROT

atau botol reagen adalah alat yang terbuat dari plastik, digunakan sebagai tempat menyimpan larutan atau zat cair, menyemprot dan menambahkan akuades dalam jumlah sedikit, membilas dan menetralisir peralatan-peralatan yang akan digunakan.

Botol semprot digunakan untuk membilas peralatan yang mendukung kegiatan analisis laboratorium maupun sampling sampel, anatra lain membilas scavel yang digunakan untuk mengambil scavel untuk mengambil endapan garam pada permukaan Candi Borobudur.

BENGKEL KERJA

adalah tempat melakukan aktivitas persiapan maupun tahapan konservasi Candi Borobudur. Bengkel kerja juga merupakan tempat untuk menyimpan peralatan dan perlengkapan yang digunakan sehari-hari untuk melakukan penanganan konservasi rutin maupun konservasi khusus pada struktur candi.

Peralatan dan sarana penanggulangan dampak bencana pada struktur candi juga disimpan dan dipersiapkan penggunaannya di bengkel kerja. Pada dasarnya bengkel kerja juga merupakan tempat transit petugas konservasi sebelum melakukan penanganan konservasi. Selain sebagai sarana dan prasaran penunjang dalam melakukan konservasi Candi Borobudur bengkel kerja juga dapat berfungsi sebagai sarana informasi kegiatan konservasi yang sehari-harinya dilakukan pada struktur candi.

Beberapa peralatan dan perlengkapan yang dijumpai pada bengkel kerja di antaranya, alat penggergajin batu, alat listrik, perlengkapan pembersihan kering, perlengkapan pembersihan basah menggunakan water pressurescafolding, batu isian yang dikumpulkan dari sekeliling candi, penutup stupa dan lantai candi, dan lain-lain.

Shopping Basket