STRATIGRAFI

Adalah studi mengenai sejarah, komposisi, dan umur relatif serta distribusi perlapisan tanah dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah Bumi. Ilmu stratigrafi juga digunakan sebagai data dukung dalam melakukan interpretasi mengenai temuan arkeologi melalui ekskavasi seperti misalnya hasil ekskavasi yang dilakukan di Kawasan Borobudur.

SPIT

Adalah sistem perekaman dan pengelompokan temuan berdasarkan interval kedalaman yang tetap. Umumnya interval yang dipakai adalah per 20 cm atau 10 cm, tergantung sifat temuannya. Ekskavasi candi, misalnya, dengan temuan-temuan yang berukuran relatif besar, biasanya menggunakan interval 20 cm, sedangkan interval kecil biasanya digunakan pada ekskavasi di situs-situs prasejarah yang ukuran temuannya relatif kecil. Sistem spit paling mudah dan paling praktis dilakukan, tetapi tingkat ketelitiannya paling rendah. Hal ini dikarenakan sistem ini bersifat arbitrer (ditentukan oleh peneliti), sehingga tidak dapat menggambarkan kenyataan pengelompokan data yang sesungguhnya di lapangan. Batas antar spit tidak identik dengan batas antar lapisan budaya atau antar layer dalam stratigrafi tanah. Tidak jarang temuan-temuan dari dua lapisan budaya atau dua layer stratigrafi tercampur dalam satu spit. Atau sebaliknya, temuan dari satu lapisan budaya atau satu layer stratigrafi seringkali terpisah menjadi dua spit atau lebih. Dalam pelaksanaannya, sistem ini akan selalu menghasilkan kedalaman akhir yang rata.

SPAFA

Adalah lembaga dengan nama lengkap SEAMEO SPAFA (Southeast Asian Ministers of Education Organization – Southeast Asian Regional Centre for Archaeology and Fine Arts), merupakan Pusat Regional Asia Tenggara untuk Arkeologi dan Seni Rupa. Lembaga ini didirikan pada tahun 1985 di bawah naungan SEAMEO dan diselenggarakan oleh Pemerintah Thailand. Tujuan utama dari pusat ini adalah untuk mempromosikan kompetensi profesional, kesadaran, dan pelestarian warisan budaya di bidang arkeologi dan seni rupa di Asia Tenggara. Sesuai dengan kebutuhan negara-negara anggota, sifat kegiatan SPAFA meliputi lima wilayah; yaitu 1) pelatihan; 2) seminar dan konferensi; 3) penelitian dan pengembangan; 4) pertukaran personil; 5) perpustakaan dan dokumentasi. Informasi tentang kegiatan proyek serta pengetahuan akademik dan profesional disebarluaskan melalui publikasi dari jurnal berjudul SPAFA Digest, dan prosiding lokakarya serta seminar. SEAMEO SPAFAmengorganisir negara-negara anggota, negara-negara donor dan organisasi internasional yang memiliki tujuan yang sama seperti UNESCO, ICOM, ICCROM, dan sebagainya.

SKALA MOHS

Adalah sebuah skala pengukuran/besaran yang menunjukkan ketahanan suatu material terhadap goresan ketika digesek suatu material pembanding. Digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan suatu mineral. Skala ini ditemukan oleh mineralogis Jerman, Friedrich Mohs tahun 1812. Mohs mendefinisikan 10 tingkatan kekerasan mineral. Besaran ini berupa skala dengan nilai 1 sampai 10 dimana semakin besar skalanya maka semakin keras atau semakin sulit untuk digores. Bila suatu benda bisa digores oleh material pembanding dengan skala 5 dan pada material pembanding juga ditemukan goresan, maka benda tersebut memiliki kekerasan 5 skala Mohs. Namun apabila bisa digores oleh material dengan skala 5 tapi tidak bisa digores dengan skala 4, maka benda tersebut memiliki kekerasan 4,5 skala Mohs. Skala kekerasan Mohs merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam menentukan kondisi batu. Semakin menurun skala kekerasannya maka batu tersebut telah mengalami pelapukan atau kerusakan. Andesit yang merupakan batu penyusun Candi Borobudur memiliki tingkat kekerasan 5 – 7 skala Mohs. Material pembanding yang digunakan dalam skala kekerasan Mohs dapat dilihat pada tabel berikut.

Material pembanding yang digunakan dalam pengukuran Skala Kekerasan Mohs

Skala Mohs Material
1 Talek
2 Gipsum
3 Kalsit
4 Fluorit
5 Apatit
6 Felspar
7 Kwarsa
8 Topas
9 Korundum
10 Intan

SIMA

Adalah tanah yang diberikan oleh raja atau penguasa kepada masyarakat yang dianggap berjasa. Karena itu keberadaan tanah sima dilindungi oleh kerajaan.

SAMUDRARAKSA

Adalah nama museum yang berlokasi di zona II Taman Wisata Candi Borobudur. Museum Kapal Samudraraksa tersebut diresmikan pada tanggal 31 agustus 2005. Secara garis besar Museum Kapal Samudraraksa menampilkan tema pelayaran kapal Samudraraksa menuju Afrika, sekaligus sebagai rekonstruksi pelayaran dan perdagangan di masa lampau. Koleksi utama sekaligus sebagai masterpiece museum adalah Kapal Samudraraksa lengkap dengan peralatan pendukung selama pelayaran.kapal tersebut merupakan hasil dari keinginan seorang marinir Inggris, Philip Beale yang begitu tertarik dengan relief kapal pada dinding Candi Borobudur pada saat kunjungannya di tahun 1982. Hal tersebut menginspirasi Philip Beale untuk melakukan pelayaran napak tilas kapal Borobudur menuju Afrika. Ekspedisi pelayaran tersebut terlaksana pada tanggal 15 agustus 2003. Philip Beale beserta para awak kapal dari Indonesia berhasil melakukan pelayaran ke Afrika dengan menggunakan Kapal Samudraraksa yang dirancang menyerupai relief kapal pada Candi Borobudur.

RUMUS

Rumus = formula, adalah ringkasan (hukum, asas, patokan, dan sebagainya di bidang ilmu kimia, fisika, matematika, dan lain-lain) yang dilambangkan oleh huruf, angka, atau tanda. Dapat juga berupa pernyataan atau simpulan tentang asas, pendirian, ketetapan, dan sebagainya yang disebutkan dengan kalimat yang ringkas dan tepat.

PRASASTI

Prasasti merupakan data sejarah berisi ketetapan yang berupa tulisan dengan berbagai media diantaranya lontar, perkamen, papyrus, batu, logam, terakota, dll. Pada masa klasik (Hindhu/ Buddha) di nusantara, sebagian besar berupa penetapan status tanah. Status tanah yang dimaksud adalah tanah sima (bebas pajak) berkaitan dengan anugerah raja kepada desa maupun sekelompok masyarakat yang mendiami tanah tersebut untuk terbebas dari pajak/ pemungut pajak (mangilala drawya haji) karena jasa-jasa tertentu. Jasa-jasa yang dimaksud biasanya menyangkut pemeliharaan bangunan suci keagamaan. Sehingga tanah sawah atau kebun yang hasilnya untuk memelihara bangunan suci tidak boleh dikenai pajak. Apabila ketetapan tersebut dilanggar maka yang melanggar akan mendapatkan sapatha (kutukan). Sapatha adalah bagian penutup dari prasasti yang berisi kutukan-kutukan. Adapun bagian sambandha (pembuka) berisi puji-pujian terhadap dewa dan maharaja yang berkuasa diteruskan dengan penanggalan dikeluarkannya prasasti tersebut.


Prasasti umumnya dikeluarkan oleh Maharaja ataupun raja bahawan sebuah kerajaan. Perintah dari Maharaja kemudian dituliskan pada berbagai media seperti tersebut d atas oleh citraleka (penulis prasasti). Adakalanya jumlah prasasti kunabisa lebih dari satu buah, hal ini menunjukkan bahwa prasasti dapat dibuat lebih dari satu (tinulad). Selain memberikan informasi mengenai status tanah, prasasti juga bisa digunakan sebagai media legitimasi seorang penguasa terhadap silsilah yang menyangkut tahta kerajaan. Salah satu contohnya adalah prasasti Wanua Tengah III (908 M) yang berisi silsilah raja-raja Mataram Kuna Periode Jawa Tengah. Tidak banyak prasasti yang berisi mengenai hukum pada masa Kerajaan Mataram Kuna, salah satu prasasti tersebut adalah prasasti Balingawan (891 M). Prasasti ini berisi tentang tempat kejadian suatu perkara yang dapat dikenai hukuman.


Satu-satunya prasasti Jawa Kuna yang dapat dihubungkan dengan Candi Borobudur adalah Prasasti Tri Tepusan/ Sri Kahulunan (842 M). Berdasarkan prasasti tersebut dapat disampaikan bahwa Sri Kahulungan memberikan tanah serta pembebasan pajak untuk daerah sekitar bangunan suci Kamulan yang merupakan bangunan suci Buddhis, sebagai tempat memuliakan arwah leluhur di Bhumi Sambhara yang telah didirikan oleh Smaratungga. Kamulan tidak lain dari Borobudur istilah Kamulan merupakan istilah agama.

PERHIASAN

Adalah benda-benda alam atau artefak yang digunakan untuk meningkatkan kecantikan seseorang atau nilai estetika pakaian. Pada relief Candi Borobudur banyak penggambaran sosok manusia yang memakai perhiasan.