Ensiklopedia Borobudur

 

 

Abhayamudra

adalah sikap tangan menetramkan yang merupakan sikap tangan dari Dhyani Buddha Amoghasidhi yang menguasai arah mata angin sebelah Utara. Dhyani Buddha Amoghasidhi merupakan arca yang berada di sisi Utara pada relung pagar langkan tingkat I hingga IV.

 


AdiBuddha

adalah Buddha yang sempurna dan tidak digambarkan dalam bentuk apapun juga.

 


Agama Buddha

Merupakan ajaran yang disebarkan oleh Sidharta Gautama pada abad VI SM. Sidharta Gautama dilahirkan di sebuah wilayah bernama Lumbini yang saat ini menempati lokasi administratif negara Nepal. Sidharta Gautama mencapai pencerahan setelah bermeditasi di bawah pohon Bodhi pada usia

 


Air Suci

adalah air yang telah diberkati dan dipisahkan untuk upacara keagamaan. Dalam upacara Waisak di Candi Borobudur, air suci berasal dari pertirtaan Candi Umbul, Temanggung, Jawa Tengah.

 


Aksobya

adalah salah satu arca Dhyani Buddha yang dijumpai pada struktur pagar langkan Candi Borobudur. Arca Dhyani Buddha Aksobya berada pada pagar langkan sisi Timur lantai III – VI dan divisualisasikan dalam bentuk laki-laki yang sedang duduk bersila di atas

 


Amithaba

adalah salah satu arca Dhyani Buddha yang dijumpa pada struktur pagar langkan Candi Borobudur. Arca Dhyani Buddha Amitabha berada pada pagar langkan sisi Barat lantai III – VI divisualisasikan dalam bentuk laki-laki yang sedang duduk bersila di atas asana

 


Amoghapasa

Merupakan salah satu dari enam perwujudan Awalokiteswara yang melambangkan belas kasih dan panduan menuju kebaikan. Di samping itu, Amoghapasa juga dianggap sebagai emanasi Bodhisatwa Maitreya atau Ksitigarbha, yang juga merupakan emanasi Buddha Wairocana. Prasasti Amoghapasa merupakan perwujudan Lokeswara sebagaimana

 


Api Abadi Mrapen

adalah sebuah kompleks yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kawasan ini terletak di tepi jalan raya Purwodadi - Semarang, berjarak 26 km dari Kota Purwodadi. Kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa

 


Arca Buddha

merupakan media pemujaan dan meditasi penganut Buddha. Berdasar filosofis Mahayana maka Arca Buddha yang dipuja terdiri dari banyak Buddha sebagai berikut. Ajaran tentang banyak Buddha ini dijabarakan dari ajaran tentang lima skandha yang merupakan kelima unsur yang enyusun kehidupan.

 


Arca Singa

Menurut kepercayaan Buddha, Singa merupakan kendaraan sang Buddha ke nirwana. Singa merupakan simbol dari sang Buddha, yaitu Sidharta Gautama. Dia dikenal sebagai "Singa keluarga Sakya" karena singa adalah raja para binatang yang melambangkan kekuatan, keberanian, kemenangan serta kemampuan untuk

 


Bhadracari

Bagian penutup dari cerita Gandawyuha, dengan menampilkan sumpah Sudhana untuk menjadikan Bodhisattwa Samantrabhadra sebagai contoh hidupnya.

 


Bhiksu

Pendeta agama Buddha laki-laki yang telah ditahbiskan dalam lingkungan biara Buddhis atau rohaniawan agama Buddha. Sedangkan Bhiksuni adalah sebutan pendeta agama Buddha perempuan.

 


Bhumisparsamudra

adalah sikap tangan (mudra) Dhyani Buddha Aksobhya yang berkuasa di sebelah Timur. Sikap tangannya memanggil bumi sebagai saksi waktu Buddha digoda oleh Mara di bawah pohon bodhi.

Dhyani Buddha Aksobhya merupakan arca yang berada di sisi Timur pada relung

 


Biara

adalah bangunan tempat tinggal para biksu.

 


Bodhgaya

adalah tempat Buddha menerima wahyu. Bodh Gaya atau Bodhgaya adalah nama sebuah kota di distrik Gaya di negara bagian Bihar - India. Tempat ini terkenal sebagai tempat Buddha Gautama mencapai nirvana (Pencerahan).

Menurut sejarah, tempat tersebut dikenal sebagai Bodhimanda

 


Bodhimanda

adalah nama kota di mana sang Buddha mendapatkan penerangan mutlak.

 


Bodhisattwa

adalah makhluk yang mendedikasikan dirinya demi kebahagiaan makhluk selain dirinya di alam semesta. Dapat juga diartikan "calon Buddha".

Dalam bahasa Sanskerta, istilah Bodhisatwa terdiri dari dua kata, yaitu bodhi yang berarti pencerahan atau penerangan, dan sattwa yang berarti makhluk.

 


Buddha Tantrayana

Tantrayana secara khusus merupakan kumpulan ajaran esoterik yang berkaitan dengan penyampaikan mantra, hal-hal magis, mandala, serta simbol-simbol yang mempengaruhi kehidupan. Istilah lain yang disejajarkan dengan tantrayana adalah Vajrayana, Mantrayana, Mantrayana, atau Sahajayana. Tantrayana dalam bahasa Barat juga disebut sebagai

 


Buddhacarita

adalah riwayat hidup Buddha.

 


Bumi Sambhara Bhudhara

adalah kalimat yang menurut J.G. de Casparis berasal dari kata kamulan i bhumisambharabudara. Menurut J.G de Casparis, yang merupakan ahli prasasti, kata Borobudur berasal dari sepotong kalimat yang berbunyi Kamulan i bhumisambharabudara.

Istilah kamulan sendiri berasal dari kata